Logo Header Antaranews Kepri

Limbah Tanker Cemari Perairan Pulau Pelampung

Kamis, 29 November 2012 18:54 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Limbah kapal tangker mencemari perairan Pulau Pelampung, Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Kepulauan Riau.

"Limbah berasal dari rembesan bahan bakar kapal yang tenggelam," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Kamis.

Kapal tanker Bakti Lima Ulan Bakar tenggelam di sekitar Pulau Pelampung, 19 November 2012. Diperkirakan kapal itu tenggelam akibat menabrak kapal.

Bangkai kapal yang saat ini masih di tengah laut itu mengeluarkan limbah yang berasal dari tempat bahan bakarnya.

"Kami sudah mengambil sampel, tapi belum mengetahui jenis limbah itu," kata dia.

Limbah masih berupa lapisan film, kata dia. Meski begitu, Bapedalda langsung mengambil langkah pembersihan agar tidak mencemari lingkungan.

Menurut dia, penemuan kapal tenggelam itu berawal dari penelusuran pembuangan limbah di perairan Tiban.

Dalam penelusuran itu, Bakorkamla dan Bapedalda menemukan kapal tangker yang tenggelam di perairan Kecamatan Belakang Padang.

"Sebenarnya kami menelusuri kapal pembuang limbah yang ditemukan di Pantai Mentarau, saat itu menemukan kapal yang karam," kata dia.

Sebanyak 25 ton limbah minyak mengotori Pantai Mentarau, Tiban Utara, Batam.

Bapedalda sudah mengangkut sekitar 10 ton. Dan masih menumpuk sekitar 10 ton lagi.

Dendi menduga, limbah di Pantai Mentarau berasal dari kegiatan pembersihan tank kapal di wilayah OPL.

"Itu dari 'tank cleaning' ilegal. Bukan dari galangan kapal," kata dia.

Selain di Tiban, ia mengatakan, Bapedalda juga menerima aduan pencemaran di Batu Besar.

Setiap akhir hingga awal tahun saat Musim Angin Utara, limbah minyak hitam sering ditemukan di Batam yang diduga terbawa arus dari perairan internasional. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026