Logo Header Antaranews Kepri

Pemko Batam lanjutkan vaksinasi PMK tahap dua untuk 400 hewan ternak

Senin, 11 Agustus 2025 13:18 WIB
Image Print
Petugas Dokter Hewan dari DKPP Kota Batam sedang memberi suntikan vaksinasi terhadap hewan ternak. (ANTARA/HO-DKPP Batam)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melanjutkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) tahap kedua untuk 400 hewan ternak pada 19 Agustus mendatang.

Pejabat Otoritas Veteriner DKPP Batam Samuel Tampubolon, menjelaskan vaksinasi tahap pertama telah dilakukan sebelum Idul Adha, yakni pada Maret hingga Mei, dengan total 1.400 dosis.

“Jumlah di tahap kedua ini menyesuaikan data pascakurban. Awalnya terhitung ada 500 hewan, tapi setelah dicek lebih lanjut, ada 400 yang harus kami vaksinasi,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Senin.

Pelaksanaan difokuskan di sejumlah titik, seperti di kawasan Sei Temiang, Marina, Tembesi, Tanjung Piayu, dan Sambau.

Ia menjelaskan vaksin PMK yang digunakan berasal dari Surabaya dan disuplai oleh Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.

Jumlah vaksin yang diterima Batam ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri, yang mengajukan permintaan ke pusat.

“Nanti kalau ada hewan yang datang lagi, akan kami vaksinasi ulang. Jadi akan kami ajukan ke Pemprov untuk pengajuan penambahan dosis vaksin,” kata dia.

Samuel menambahkan, hewan ternak yang masuk ke Batam wajib sudah mendapat vaksinasi PMK dosis pertama dan kedua, dengan jarak tiga bulan antar dosis.

“Kalau hanya sekali vaksin, antibodi hewan akan menurun saat tiba di Batam. Akibatnya, masih banyak yang mengalami gejala seperti hipersalivasi atau ngences,” kata dia.

Untuk hewan yang menunjukkan gejala, penanganan dilakukan dengan pemberian vitamin, obat penurun panas, serta antiinflamasi jika ada infeksi lain.

“Kadang demam muncul sebagai efek vaksin, jadi harus dirawat dan diberi perhatian,” katanya.

Meski Batam bukan daerah sentra ternak, Samuel memastikan bahwa pihaknya melakukan vaksinasi hewan secara disiplin, dan memastikan hewan yang masuk ke kota itu telah melakukan vaksinasi lengkap.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026