Logo Header Antaranews Kepri

Pelajar Sungai Nyiri Dapat Pendidikan Gratis

Senin, 17 Desember 2012 22:01 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Sebanyak 16 anak-anak dan pelajar sekolah dasar kurang mampu di Sungai Nyiri, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau akan mendapat pendidikan gratis dari pengajar muda Komunitas Bakti Bangsa.

"Kami sudah melakukan advokasi di Sungai Nyiri. Sebanyak 16 anak-anak dari keluarga kurang mampu ingin mengikuti program Gerakan Kepri Mengajar yang dilaksanakan organisasi kami," kata anggota Komunitas Bakti Bangsa Tanjungpinang, Fajar Bayu Putra Pungkasan, Senin.

Bayu yang juga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji mengemukakan, anak-anak di usia sekolah yang tidak bersekolah dan juga pelajar sekolah dasar dari kalangan keluarga kurang mampu membutuhkan perhatian pemerintah. Selama ini perhatian Pemerintah Tanjungpinang terhadap pendidikan di Sungai Nyiri belum maksimal.

Padahal mereka memiliki keinginan yang kuat untuk bersekolah, namun jarak antara rumah dengan sekolahnya cukup jauh. Anak-anak itu harus mendayung sampan untuk dapat bersekolah.

Pada musim hujan keselamatan mereka juga terancam untuk berangkat ke sekolah.

"Kondisi pendidikan anak-anak di Sungai Nyiri cukup memprihatinkan, karena itu kami akan datang setiap pekan dan memberi pendidikan gratis kepada mereka," ungkapnya yang hingga sekarang masih menjalani program pendidikan gratis di Kampung Kelam Pagi, Tanjungpinang, bersama pengajar muda lainnya.

Hal senada dikatakan Azwar, pengurus Komunitas Bakti Bangsa Tanjungpinang. Ia menambahkan, anak-anak putus sekolah di Sungai Nyiri cukup banyak.

"Kami akan mendorong mereka untuk bersekolah dan mendapat bea siswa dari pemerintah," katanya.

Di Sungai Nyiri juga ditemukan beberapa pelajar yang sudah berulang kali tidak naik kelas. "Ini merupakan tantangan. Dan kami akan membantu mereka untuk menjadi pelajar yang berkualitas, yang didambakan keluarganya," ujarnya.

Pengajar muda tidak hanya memberi pendidikan umum kepada anak-anak kurang mampu, melainkan juga memberi motivasi kepada mereka untuk giat belajar dan peningkatan rasa nasionalisme.

"Kami juga memberi pendidikan moral dan agama. Mereka diharapkan tumbuh menjadi pelajar yang bersih, bersemangat, cerdas dan menghormati orang tuanya," ujar Azwar.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026