Logo Header Antaranews Kepri

Polres Karimun Sisir Gereja Jelang Misa Natal

Selasa, 25 Desember 2012 00:11 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengerahkan tim penjinak bom menyisir 20 gereja di Pulau Karimun Besar dari ancaman teror berpeledak menjelang misa Natal 2012.

Tim penjinak bom (jibom) berseragam Brimob yang didatangkan dari Polda Kepri mulai melakukan penyisiran Senin sore di Gereja Santo Yosep yang berhadapan dengan Mapolsek Tanjung Balai Karimun.

Sedikitnya lima personel Jibom dengan peralatan pendeteksi bom memeriksa setiap sudut ruangan, mulai dari deretan kursi, mimbar hingga panggung tempat pelaksanaan Misa.

Penyisiran juga dilakukan di halaman gereja, pagar, tong sampah serta bagian belakang gereja untuk mengantisipasi adanya barang-barang yang mencurigakan.

"Gereja Santo Yosep merupakan gereja pertama yang kita sterilkan karena malam nanti melaksanakan misa Natal," kata Kepala Bagian Operasional Polres Karimun Komisaris Hari Purnomo di sela-sela kegiatan penyisiran.

Menurut Hari Purnomo penyisiran akan dilakukan pada 20 gereja besar di Pulau Karimun Besar, masing-masing 12 gereja di Tanjung Balai Karimun, 4 gereja di Tebing dan 4 di Meral.

"Penyisiran ini kita lakukan setiap pelaksanaan misa Natal, teknisnya kita koordinasikan dengan pengurus gereja," katanya.

Dia mengatakan sterilisasi gereja terhadap ancaman bom sudah menjadi SOP (standar operasi prosedur) dalam melakukan pengamanan Natal dan tahun baru dengan sandi Operasi Lilin Seligi 2012.

"Sifatnya mencegah sehingga perayaan Natal lancar," kata dia.

Menurut dia, prosedur yang sama juga dilakukan untuk gereja-gereja di pulau-pulau lain, seperti di Pulau Kundur, Moro dan Durai.

Namun, pelaksanaannya diserahkan ke polsek setempat yang diinstruksikan untuk melakukan pengecekan pada lingkungan gereja sehingga benar-benar steril dari ancaman bom.

"Penyisiran gereja selain di Pulau Karimun Besar memang tidak menggunakan 'metal detector'. Namun, kami telah menginstruksikan kepada polsek-polsek agar melapor ke Polres jika menemukan barang-barang mencurigakan untuk segera diterjunkan Tim Jibom ke sana," tuturnya.

Selain melakukan sterilisasi, kata dia lagi, sejumlah polisi juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan selama pelaksanaan misa di seluruh gereja.

"Jumlah personel pengamanan misa bervariasi tergantung besar kecilnya gereja, ada empat orang dan ada pula tujuh orang. Jemaah yang membawa bungkusan atau tas juga kita periksa untuk mencegah ancaman bom," ujarnya.

Eko, pengurus Gereja Santo Yosep mengapresiasi upaya kepolisian dalam mengamankan pelaksanaan misa Natal, termasuk melakukan penyisiran terhadap ancaman bom.

"Pengamanan dari kepolisian cukup bagus dan kami tidak merasa terganggu dengan adanya penyisiran di lingkungan gereja. Justru kami merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah," kata dia.

Menurut dia, Gereja Santo Yosep melaksanakan misa pada pukul 19.00 WIB dengan jumlah jemaat mencapai seribu orang. (ANTARA)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026