Logo Header Antaranews Kepri

FPA kecam serangan Israel tewaskan 5 jurnalis di Gaza

Selasa, 26 Agustus 2025 12:19 WIB
Image Print
Ilustrasi jurnalis menjadi korban tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza. /ANTARA/Anadolu/py

Hamilton, Kanada (ANTARA) - Asosiasi Pers Asing (FPA) pada Senin (25/8) mengecam serangan terbaru Israel di Jalur Gaza bagian selatan yang menewaskan lima jurnalis dari sejumlah media internasional terkemuka.

"Asosiasi Pers Asing merasa marah dan terkejut," demikian pernyataan resmi FPA, merujuk pada tewasnya jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera akibat serangan Israel.

Pernyataan itu menyebut serangan tersebut sebagai "serangan paling mematikan terhadap jurnalis internasional sejak perang Gaza dimulai."

Menurut FPA, serangan mengenai tangga luar sebuah rumah sakit yang kerap menjadi lokasi jurnalis mengambil gambar, dan dilakukan tanpa peringatan.

"Kami menuntut penjelasan segera dari Pasukan Pertahanan Israel dan Kantor Otoritas Israel," tegas FPA, sambil mendesak Israel untuk menghentikan praktik yang disebut sebagai penargetan terhadap jurnalis.

"Hal ini sudah berlangsung terlalu lama. Terlalu banyak jurnalis di Gaza yang tewas oleh Israel tanpa alasan yang dapat dibenarkan," lanjut pernyataan itu. FPA juga menuding Israel terus menghalangi akses independen jurnalis internasional ke Gaza.

Baca juga: Gaza peringatkan relokasi 1,3 juta warga sipil ke Selatan hampir mustahil

Asosiasi tersebut menyerukan para pemimpin dunia agar melakukan segala upaya untuk melindungi jurnalis. "Kami tidak bisa melakukannya sendiri," tambahnya.

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya memastikan 20 warga Palestina, termasuk pasien, tenaga medis, personel pertahanan sipil, dan awak media, tewas dalam serangan itu, sementara sejumlah lainnya luka-luka.

Menurut kementerian, militer Israel melancarkan dua serangan udara ke lantai empat salah satu gedung kompleks rumah sakit.

Serangan kedua terjadi saat tim penyelamat tiba untuk mengevakuasi korban luka dan mengangkat jenazah.

Televisi Palestina melaporkan kameramannya, Hussam al-Masri, termasuk di antara korban. Al Jazeera juga mengonfirmasi fotografernya, Mohammad Salama, turut tewas.

Sumber medis mengatakan kepada Anadolu bahwa jurnalis foto Mariam Abu Dagga dan Moaz Abu Taha juga meninggal akibat serangan itu.

Selain itu, jurnalis lepas Ahmed Abu Aziz, yang bekerja untuk media Tunisia dan Maroko, meninggal setelah mengalami luka serius.

Sumber: Anadolu


Trump ungkap 'tidak senang' atas serangan Israel di rumah sakit Gaza...



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026