Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Targetkan Rehab 5.000 Rumah

Minggu, 20 Januari 2013 07:58 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menargetkan rehabilitasi 5.000 rumah tidak layak huni hingga 2015, sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan di daerah setempat.

"Sejak diluncurkan pada 2011, kita sudah merehab lebih dari 2.600 unit rumah tidak layak huni. Insya Allah pada dua tahun ke depan jumlah rumah yang direhab kita targetkan sebanyak tiga ribu lagi," kata Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan Daerah Kabupaten Karimun Aunur Rafiq di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Aunur Rafiq yang juga Wakil Bupati Karimun menjelaskan, pada 2011 rumah tidak layak huni (RLTH) yang telah direhab melalui program RRTLH mencapai 600 unit, dan ditambah 200 unit melalui program lain, sedangkan pada 2012 sebanyak 1.020 unit.

"Pada tahun ini kita akan rehab sebanyak 750 unit lagi sehingga selama lima tahun menjadi 5.000 unit lebih," kata dia.

Dia mengatakan program RRTLH yang dianggarkan dengan sistem sharing antara APBD kabupaten dan provinsi merupakan salah satu upaya mengentaskan kemiskinan.

Berdasarkan evaluasi, kata dia, program RLTH efektif meringankan warga miskin dalam mendapatkan tempat tinggal yang layak.

"Pada umumnya rumah warga pesisir, seperti nelayan tinggal di rumah berlantai tanah, atap rumbia dan bocor di sana-sini. Rumah yang layak diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup karena ditopang pula oleh program pengentasan kemiskinan dalam bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan atau bantuan sarana prasarana penunjang ekonomi masyarakat," tuturnya.

Namun demikian, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak dapat diukur secara mutlak melalui program RRLTH, karena pengaruh pertambahan jumlah penduduk serta migrasi penduduk mengingat Karimun termasuk daerah tujuan para pencari kerja, katanya.

"Kemiskinan belum tentu dapat diselesaikan dengan program ini karena penduduk kita terus bertambah, migrasi penduduk dari daerah lain juga mempengaruhi angka kemiskinan," ucapnya.

Dia juga mengatakan masih banyaknya rumah yang tidak direhab karena terkendala status kepemilikan tanah.

"Banyak rumah yang belum bisa kita rehab karena tanahnya milik orang lain. Kita tidak ingin rumah yang telah direhab menjadi milik orang lain karena mereka menumpang di lahan orang, minimal mengantongi surat keterangan hibah atau ada pernyataan pinjam pakai dalam kurun waktu yang cukup lama," tuturnya.

Mengenai realisasi rumah yang direhab untuk tahun 2012, Aunur Rafiq mengatakan sudah mencapai 75 persen. Dia berharap seluruhnya sudah tuntas menjelang akhir 2012.

"Belum tuntasnya rehab 1.020 unit rumah pada 2012 karena terkendala sulitnya mendapatkan material, seperti kusen karena kayu susah dicari. Namun, kami harapkan selesai hingga akhir Januari karena dana sebesar Rp20 juta untuk rehab satu unit rumah sudah dikucurkan kepada kelompok penerima," katanya. (ANTARA)

Editor: Kaswir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026