Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Minta Pengembang Perhatikan Lingkungan

Senin, 21 Januari 2013 06:20 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau meminta pihak pengembang perumahan untuk memperhatikan lingkungan agar tidak menimbulkan banjir pada saat musim hujan.

"Kami minta pengembang perumahan untuk memperhatikan lingkungan, karena hingga saat ini masih ada pengembang yang tidak memperhatikan lingkungan sehingga air buangan menyebabkan banjir," kata Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah saat meninjau sejumlah titik yang terkena banjir, Minggu.

Menurut Lis, drainase di lingkungan perumahan juga tidak mampu menampu menampung debit air pada saat hujan, sehingga menggenai perumahan warga.

"Kejadian ini juga akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait dalam memberikan perizinan," ujar Lis yang baru dilantik pada 16 Januari 2013.

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya menurut Wali Kota juga menjadi penyebab terjadinya banjir di beberapa komplek perumahan, seperti di Jalan Pemuda, Jalan Perintis, Teluk Keriting dan sejumlah daerah lainnya.

"Drainase yang dipenuhi sampah dan lumpur juga menyebabkan air meluap ke purumahan dan badan jalan," katanya.

Pemkot Tanjungpinang menurut dia dalam jangka pendek akan meminimalisir masalah banjir meski APBD 2013 belum disahkan hingga saat ini.

"Meski APBD belum disahkan, saat ini masih bisa dicarikan alternatifnya dengan pengalihan aliran air serta dengan normalisasi drainase yang penuh sampah dan lumpur," kata Lis.

Untuk jangka panjang, menurut Lis akan dibuat bak penampungan air di sejumlah titik banjir agar tidak meluap ke perumahan warga.

Sejak Sabtu (19/1), Lis bersama sejumlah dinas terkait langsung turun melakukan pengecekan terhadap sepuluh titik banjir di Tanjungpinang. Dari sepuluh titik tersebut, menurut Lis langsung dicarikan solusinya minimal dengan mengerahkan alat berat untuk mengeruk sampah dan membersihkan lumpur yang sudah menutupi drainase. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026