
Pemkab Natuna lakukan CKG terhadap siswa Sekolah Rakyat

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap siswa Sekolah Rakyat dan hasilnya didominasi masalah kebersihan diri, seperti kotoran telinga dan kuku yang kurang terawat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Natuna, Puryanti, di Natuna, Ahad, mengatakan pemeriksaan kesehatan siswa Sekolah Rakyat dipusatkan di Puskesmas Ranai sejak Sabtu (20/9) hingga Ahad.
Pemeriksaan yang dilakukan antara lain, status gizi, tekanan darah, gula darah, kesehatan mata, telinga, gigi, kesehatan jiwa, serta deteksi dini penyakit menular, seperti TBC, Hepatitis B dan C. Pemeriksaan juga mencakup kebiasaan merokok dan aktivitas fisik siswa
Baca juga: Tito Karnavian pimpin rakor pemerintahan se-Sumatera di Batam
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program CKG yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dengan tujuan memberikan akses pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, termasuk peserta didik.
“CKG ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan, apakah para siswa memiliki penyakit tertentu atau gejala yang harus segera ditangani. Dengan begitu, anak-anak dapat memperoleh penanganan sejak dini,” ucap Puryanti.
Di tempat terpisah, Penanggung Jawab Usia Sekolah dan Remaja (Usekrem) Puskesmas Ranai, Yesi, menjelaskan CKG umumnya dilaksanakan langsung ke sekolah-sekolah. Namun, khusus untuk siswa Sekolah Rakyat, pemeriksaan dipusatkan di Puskesmas Ranai.
Ia menambahkan permasalahan kebersihan diri seperti telinga dan kuku kotor bukan hanya ditemukan pada siswa Sekolah Rakyat, melainkan juga kerap dijumpai saat pemeriksaan di sekolah-sekolah lainnya.
Baca juga: BKSDA Batam tangani 8 laporan kera ekor panjang yang masuk pemukiman
“Awalnya direncanakan Sabtu di Puskesmas dan Ahad di Pantai Piwang, tetapi akhirnya seluruh kegiatan kita pusatkan di Puskesmas Ranai agar lebih terkoordinasi,” kata Yesi.
Berdasarkan data yang diterima pihak Puskesmas, jumlah siswa Sekolah Rakyat yang seharusnya mengikuti pemeriksaan kesehatan lebih dari 100 orang. Namun, realisasi kehadiran tidak mencapai jumlah tersebut.
“Yang datang tidak sampai 100 orang, dan sejauh ini kami belum bisa memastikan apakah akan ada pemeriksaan susulan atau tidak,” ujar Yesi.
Menurut dia, pihak Sekolah Rakyat dan orang tua pada umumnya harus lebih memperhatikan anak, agar kondisi demikian tidak terus terjadi karena berdampak buruk pada kesehatan anak.
Yesi berharap, melalui kegiatan ini siswa dan orang tua semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri, karena hal tersebut berhubungan langsung dengan kesehatan tubuh.
“Masalah kebersihan sederhana seperti telinga dan kuku sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa berdampak pada kesehatan anak di kemudian hari,” ujar dia.
Baca juga:
Kemenkum Kepri: Posbakum mewujudkan keadilan restoratif bagi masyarakat
Minggu, cuaca di wilayah Kepri diprakirakan cerah berawan
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
