
Film "Serangoon Road" Kolaborasi Detektif Multi Etnis

Serangoon Road, sebuah jalan panjang dari Little India menuju Boong Keng, Singapura, menyimpan banyak cerita bagi seluruh etnis yang tinggal di Negeri Singa.
Hampir seluruh etnis Singapura memenuhi ruang Serangoon Road yang panjang dan berliku. Ada keturunan China, India, Melayu, bahkan Eropa. Hal itulah yang menginspirasi produser sekaligus kreator HBO dalam membuat film drama detektif Serangoon Road.
Drama Serangoon Road yang akan diputar di televisi berlangganan HBO mengambil latar belakang Jalan Serangoon di era 1960-an. Pada masa kolonial Inggris.
Film itu menceritakan intrik dua detektif dengan latar budaya yang berbeda, Patricia (Joan Chen) yang keturunan China dan Sam Callaghan (Don Hany) asal Eropa.
Bersama Amran (Ario Bayu) seorang inspektur polisi yang keturunan Melayu, Patricia dan Sam berupaya memecahkan berbagai misteri yang terjadi di Serangoon Road.
Kolonial Inggris
Tidak banyak orang yang tahu bagaimana rupa Singapura pada masa kolonial. Apakah memang makmur seperti sekarang, atau sama dengan negara-negara lain pada masa kolonial? Film yang syuting di Studio Kinema Batam itu akan menceritakan bagaimana wajah Negara Singa pada 1960-an.
Pada masa kolonial, sejumlah keturunan Eropa tinggal di Singapura. Namun, saat Perang Dunia II, warga keturunan Eropa diasingkan. Hal ini membuat Sam Calaghan trauma.
Traumatis Sam, memberi warna tersendiri dalam film Serangoon Road. Karena sebagai detektif, Sam harus memecahkan misteri dan melalui banyak tantangan.
Patricia yang awalnya mengajak Sam menjadi detektif. Patricia ingin memecahkan misteri dibalik pembunuhan suaminya sekaligus meneruskan usaha agen detektif yang dimiliki suaminya.
"Patricia adalah perempuan yang tangguh," kata pemeran Patricia, Joan Chen.
Ketangguhan Patricia, tidak hanya terlihat dari kegigihannya untuk mengungkap kasus pembunuhan suaminya. Namun juga karakter yang mampu bertahan dalam perkawinan, meski tidak memiliki anak.
Menurut Joan, pada era itu, perempuan Asia sangat ingin memiliki keturunan. Tidak punya anak akan berdampak psikologis yang besar pada perempuan Asia. Kekuatan karakter Patricia akan nampak pada drama 10 episode itu.
Kehadiran Amran (Ario Bayu) pada episode ke tiga sampai 10 juga memberikan kisah sendiri pada serial Serangoon Road.
Amran adalah warga Singapura berdarah Melayu. Sebagai inspektur polisi, ia berhadapan dengan kasus-kasus besar di Serangoon Road. Untuk itu, ia bekerjasama memasok informasi kepada Sam dan Patricia.
"Saling memasok informasi, karena sebagai detektif, Sam juga memiliki banyak informasi yang dibutuhkan Amran," kata Ario.
Namun, terjadi pertentangan dalam diri Amran. Di satu sisi, ia harus bekerjasama untuk memecahkan kasus, di sisi lain, enggan mau bekerjasama dengan Sam yang keturunan Eropa.
"Dia merasa, sebagai Melayu, seharusnya Singapura dipimpin orang Melayu, bukan bangsa kolonial," kata Ario.
Serangoon di Batam
Produser sekaligus kreator film Paul Barron mengatakan setting film itu benar-benar diupayakan serupa dengan Jalan Serangoon pada tahun 1960-an. Para kru bahkan melakukan riset selama dua tahun sebelum menciptakan lingkungan yang sama di Studio Kinema.
Berbekal foto-foto tua, para kreator menyulap ruang kosong di Nongsa menjadi jalan kecil yang sempit Serangoon, lengkap dengan gang-gang kumuh, pedagang kaki lima, kedai kopi dan realita jalanan di Singapura.
Serangoon Road merupakan lorong panjang yang di kiri-kanannya terdapat bagunan dua lantai, seperti rumah toko. Sejumlah papan reklame dan poster tertempel di dinding gedung tua, menandakan era jayanya Elvis Presley.
Beberapa bangunan tertempel poster dengan kertas yang menguning, berisikan aksara China dengan gambar perempuan berpakaian mini, menambah suasana 60-an di Serangoon yang ramai.
Paul Barron memuji tim yang mampu menghadirkan Serangoon Road ke Batam.
"Anak saya sampai tidak menyadari bahwa itu di lokasi shooting bukan Serangoon Road Singapura," kata Barron.
Pujian yang sama diungkapkan aktris Joan Chen yang sukses dalam Last Emperor, Joan Chen.
Aktris Hollywood Joan Chen memuji Studio Kinema Infinite Batam yang digunakan untuk pengambilan gambar drama serial terbaru HBO Asia.
"Studionya bagus. Saya pikir ke depannya akan baik," kata Joan Chen saat ditemui di Singapura.
Menurut dia, Studio Kinema memiliki prospek bagus di masa akan datang. Apalagi, belum ada studio serupa yang di sekitar Singapura dan Asia Tenggara.
Selain berhasil membuat suasana Serangoon Road pada era 1960-an, Studio Kinema juga berada di lokasi yang tenang dan terintegrasi dengan resort, tempat tinggal para aktor.
Hal itu, kata dia, membuat para aktor konsentrasi pada film, karena berada jauh dari dunia luar.
"Rasanya seperti liburan. Saya tidak tahu kondisi dunia di luar dengan semua kejadian-kejadiannya. Hanya terfokus pada film," kata dia.
Ia mengatakan sepanjang kariernya di Los Angels, jarang mendapatkan lokasi syuting yang dekat dengan tempat tinggal, seperti di Batam.
"Seingat saya, selama di LA, hanya satu film yang lokasi syutingnya bisa ditempuh dengan mobil dari rumah saya," kata dia.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
