Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Desak BC Usut Tuntas Solar Pertamina

Rabu, 30 Januari 2013 20:26 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - DPRD Kota Batam mendesak aparat Bea dan Cukai mengusut tuntas kasus penyelundupan solar yang diduga melibatkan kapal Pertamina.

"Itu harus diusut tuntas, jangan berhenti di tengah jalan," kata Wakil Ketua DPRD Kota Batam Ruslan Kasbulatov di Batam, Rabu.

Hal itu dikatakannya menanggapi pemberitaan di media nasional yang menyebutkan kapal Pertamina terlibat praktek penyelundupan solar di perairan Batam.

Ia mengatakan Bea dan Cukai tidak boleh ragu mengupas tuntas kasus penyelundupan solar, apalagi bila melibatkan pemain pemerintah.

"Apalagi masalah solar ini besar. Gara-gara penyelundupan itu masyarakat jadi antre solar," kata dia.

Ruslan menyatakan selama ini memang mendengar desas-desus yang menyatakan kapal milik Pertamina "kencing" di perairan internasional. Hasil "kencingan" solar ditampung penyelundup yang kemudian menjual ke industri.

"Itu bukan hal baru," kata dia.

Terpisah, Humas Pertamina areal Sumatera, menolak berkomentar.

"Kasus itu ditangani langsung VP corporation communication di Jakarta," kata dia.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau AKBP Hartono mengatakan tidak tahu penangkapan kapal Pertamina yang diduga menyelundupkan solar.

"Polri tidak melakukan penangkapan tersebut, mungkin instansi lain," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea dan Cukai Batam menolak dikonfirmasi.

Mengenai kuota solar, Sales Area Manajer PT Pertamina Wilayah Kepri, I Ketut Permadi mengatakan dikurangi empat persen dari realisasi pada 2012 sebanyak 147.864 kiloliter menjadi 141.954,24 kl.

Ketut mengatakan tidak tahu alasan pengurangan pasokan solar untuk Kepri.

"Itu wewenang BPH, kami menjalankan saja," kata dia.

Meski dikurangi, ia berharap tidak ada antrean solar di akhir tahun. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026