
FKIJK Kepri berikan edukasi lima topik literasi keuangan

Batam (ANTARA) - Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan pekan finansial atau 'Financial Weekend' yang menghadirkan edukasi masif melalui lima topik literasi keuangan untuk masyarakat Kota Batam.
Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi dan Literasi Keuangan, serta Layanan Manajemen Strategis OJK Kepri Muhammad Lutfi mengatakan bahwa kegiatan ‘Financial Talk’ menjadi bagian penting acara tersebut.
“Ada topik terkait masa depan industri asuransi di era digital, digitalisasi perbankan syariah, UMKM naik kelas dengan akses pembiayaan. Lalu ada juga terkait peran pasar modal untuk generasi muda, serta perlindungan konsumen jasa keuangan,” kata dia di Batam, Ahad.
Acara tersebut diselenggarakan di pusat perbelanjaan One Batam Mall, bertepatan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan Oktober 2025.
Lutfi mengatakan, kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi erat antara OJK dan FKIJK yang telah dikukuhkan oleh Gubernur Kepri pada 2024.
“Kolaborasi ini sangat penting. Kami berkoordinasi untuk menentukan kegiatan bersama, dan tahun ini dimulai dengan Financial Weekend sebagai langkah awal meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Kepri,” ujarnya.
Lutfi menambahkan, OJK Kepri mengapresiasi upaya FKIJK Kepri dalam memberikan literasi dan edukasi bagi masyarakat di tengah meningkatnya kasus penipuan dan keuangan ilegal.
“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga dan semakin baik. Semoga indeks literasi masyarakat meningkat, memahami manfaat dan risiko jasa keuangan, sehingga taraf kesejahteraan juga naik,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKIJK Kepri Indra Sakti Agung Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan Financial Weekend tidak hanya berupa diskusi, tetapi juga lomba edukatif seperti mewarnai untuk anak-anak, lomba ranking 1, dan money relay.
“Kami ingin mengenalkan literasi keuangan sejak dini agar generasi muda memahami pentingnya pengelolaan keuangan,” katanya.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batam Abdul Malik mengatakan Pemkot Batam turut berperan dalam inklusi keuangan seperti asuransi dan kredit melalui berbagai program.
“Program Wali Kota Batam memberi perlindungan sosial bagi 24.300 pekerja informal dan pembiayaan UMKM hingga Rp20 juta tanpa bunga dan tanpa agunan,” katanya.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
