Logo Header Antaranews Kepri

Batam-Konsulat AS memperkuat kerja sama pendidikan sambut Freedom 250

Sabtu, 7 Februari 2026 06:36 WIB
Image Print
Pemberian cinderamata dari pihak Batam Tourism Polytechnic kepada Konsul AS untuk Sumatera Lisa Podolny (tengah), di dampingi oleh Kepala Bappeda Kota Batam Tri Wahyu Rubianto (kanan) di Batam, Kepri (6/2/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) bersama Konsulat Amerika Serikat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan budaya dalam rangka peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, atau Freedom 250, sebagai bagian dari penguatan kerja sama Indonesia-AS.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan kegiatan ini bukan kali pertama Batam menjadi tuan rumah agenda bersama Konsulat AS di Sumatera.

“Ini bukan pertama kali ada acara seperti ini di Batam bersama Konsulat AS. Tujuannya meningkatkan SDM (sumber daya manusia) melalui peluang pendidikan bagi mahasiswa, termasuk pertukaran budaya dan peluang pertukaran pelajar,” ujar Tri di Batam, Jumat (6/2).

Tri menilai posisi Batam yang strategis menjadikannya titik temu antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Batam berada di persimpangan. Kita ingin merayakan Batam bukan hanya sebagai jembatan industri teknologi, tetapi juga budaya. Investasi terbesar adalah orang-orangnya. Melalui forum ini, ada peluang besar memperkuat kolaborasi pendidikan, pertukaran pelajar, dan riset,” katanya.

Sementara itu, Konsul AS untuk Sumatera Lisa Podolny menjelaskan bahwa perayaan 250 tahun kemerdekaan AS mengusung nilai kebebasan, kreativitas, dan koneksi antarbangsa.

“Freedom 250 adalah tentang kebebasan, kreativitas dan konektivitas. Kami menggelar berbagai kegiatan seperti workshop untuk guru Bahasa Inggris, layanan konsultasi untuk peluang pertukaran pelajar ke Amerika Serikat, demonstrasi masak, dan konser musik,” ujar Lisa.

Lisa juga menegaskan pentingnya Batam bagi hubungan Indonesia-AS. Menurutnya, Batam merupakan sentra teknologi, maritim, serta basis bagi banyak perusahaan Amerika Serikat.

“Batam sangat penting bagi kolaborasi Indonesia dan AS. Kami senang mendapat banyak pertanyaan tentang pendidikan di Amerika Serikat. Masyarakat bisa mengakses layanan EducationUSA melalui konsulat kami di Aceh dan Medan,” ujarnya.

Ia menambahkan, musik dipilih sebagai medium utama diplomasi budaya karena mampu menjembatani perbedaan dan membangun koneksi antar masyarakat.

“Musik merupakan cara yang ampuh untuk menghubungkan orang-orang bersama. Maka kami juga menampilkan pertunjukan dari grup band Angkatan Udara AS untuk merayakan kolaborasi Indonesia-AS,” katanya.

Rangkaian kegiatan di Batam digelar di Batam Tourism Polytechnic, disertai kunjungan ke Politeknik Negeri Batam dan agenda terbuka untuk masyarakat umum di pusat perbelanjaan.



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026