Logo Header Antaranews Kepri

Anggota DPR Desak Program Sarjana Mendidik Dievaluasi

Selasa, 12 Februari 2013 20:12 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Anggota Komisi X DPR dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau Herlini Amran mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengevaluasi pelaksanaan program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.

"Program pengiriman 2.479 guru di daerah terdepan, terluar dan tertinggal, dan perekrutan 464 mahasiswa dari daerah tersebut harus segera dievaluasi lebih jauh pelaksanaannya.

Hal itu bertujuan meningkatkan kapasitas dan loyalitas rekrutmen guru yang akan dikirimkan selanjutnya," kata Herlini, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa.

Herlini yang diusung Partai Keadilan Sejahtera itu mendukung pelaksanaan program ini, namun pihak kementerian terkait harus memiliki strategi untuk mempertahankan loyalitas dan meningkatkan kapasitas guru tersebut. Karena, kata dia, bukan rahasia lagi ketika kesejahteraan dan fasilitas untuk guru tidak diperhatikan, program ini terancam gagal di tengah jalan.

"Dokter PTT saja yang benar-benar profesional dan disumpah, nyatanya banyak yang berhenti sebelum masa penugasan berakhir," ujarnya.

Ia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki strategi atau terobosan yang diperlukan agar program ini tercapai secara maksimal. Termasuk penentuan variabel apa saja yang menjadi pertimbangan suatu daerah dikategorikan terdepan, terluar dan tertinggal.

Kategori daerah terdepan, terluar dan tertinggal harus dipertegas, jangan sampai program itu tidak dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori itu, seperti yang dialami warga yang tinggal di salah satu pulau di Senayang, Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).

"Ketika saya di daerah tertinggal di Kepri, masyarakat memberi laporan bahwa masih kekurangan banyak guru, tapi tahun 2012 lalu tidak dikategorikan sebagai daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Padahal, salah satu pulau di Senayang, beberapa SD dan SMP Negeri hanya memiliki dua orang guru saja, satu kepala sekolah dan seorang lagi guru honorer," katanya.

Ia berharap, ke depan Kemendikbud harus bisa meningkatkan kualitas, kapasitas dan loyalitas guru yang akan dikirimkan selanjutnya ke daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Variabel yang dikatagorikan terdepan, terluar dan tertinggal juga harus di pertimbangkan agar dapat menjamin semua sekolah di seluruh pelosok wilayah Indonesia dilayani oleh tenaga pendidik yang cukup dan cakap.

"Saya berharap di daerah pemilihannya Kepulauan Riau dapat dipertimbangkan menjadi daerah prioritas program penyediaan guru di daerah terdepan, terluar dan tertinggal," ujarnya.

Tahun 2012 jumlah peserta yang mengikuti program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal meningkat dibanding 2011 sebanyak 2.479 orang, kini bertambah menjadi 2.630 orang. Peningkatan itu terjadi karena Kemendikbud terus melaksanakan penambahan lokasi yang dijadikan program tersebut ke provinsi lainnya, seperti Kalimantan Barat yang berbatasan dengan negara tetangga, Pulau Nias, dan Sulawesi Utara.

Program itu, kata dia, masih berlaku jangka pendek, yakni selama satu tahun. Namun demikian, banyak manfaat yang diperoleh Kemendikbud dari peserta sarjana mendidik berupa masukan-masukan bagi peningkatan mutu, sarana dan prasarana di daerah 3T tersebut.

"Program tersebut direncanakan akan berlangsung hingga 2015. Program tersebut diberi nama Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Tujuannya untuk mencari model pendidikan guru khususnya di daerah tertinggal," ungkapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026