
BKKBN Intensifkan Program Generasi Berencana

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional pada 2013 akan lebih mengitensifkan program generasi berencana bagi 64 juta lebih remaja di Indonesia.
"Program generasi berecana tersebut bertujuan untuk menciptakan keluarga yang berfikiran kedepan dengan mengutamakan kualitas anak," kata Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN Ary Goedadi usai membuka rapat kerja daerah BKKN Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang, Rabu.
Ary mengatakan angka kehamilan anak remaja usia 15-19 tahun di Indonesia juga sangat tinggi sehigga mendorong BKKBN untuk lebih mengintensifkan program tersebut.
Menurut dia, kerja sama dengan TNI/Polri dengan memberdayakan Babinsa dan Babinkamtibmas yang tersebar hingga ke desa-desa juga diintensifkan untuk memberikan pemahaman kepada para generasi muda tentang pentingnya perencanaan keluarga.
"Program tersebut nantinya juga sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kematian ibu pada saat melahirkan," ujarnya.
Selain itu, menurut Ary pihaknya juga mengintensifkan KB Perusahaan yang bekerja sama dengan Apindo di sejumlah perusahaan yang pada umumnya mempekerjakan perempuan yang belum menikah.
"Sama-sama diuntungkan, perusahaan diuntungkan dengan produktivitas karena tidak banyaknya pekerja yang cuti melahirkan, sakit karena hamil dan sebagainya, begitu juga degan pekerja diuntungkan dengan mendapatkan pemahaman mengenai perencanaan keluarga yang baik," katanya.
Sementara itu, Kepala BKKN Kepri Bambang Marsudio mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Batam yang mempekerjakan sekitar 18 orang perempuan muda yang 98 persen diantaranya belum menikah, sehingga bisa diberikan pemahaman mengenai perencanaan keluarga.
"Mereka akan mendapatkan pemahaman mengenai pernikahan di usia muda, juga upaya dalam mencegah pergaulan bebas, narkoba serta membantu pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS," ujar Bambang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
