
ISPA di Kota Tanjungpinang capai 20.488 kasus hingga September

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah itu mencapai 20.488 kasus sejak Januari hingga September 2025.
Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam menyebut jika dibanding periode yang sama tahun 2024, angka ISPA di ibu kota Provinsi Kepri itu mengalami kenaikan 292 kasus dari yang sebelumnya 20.196 kasus.
"Kenaikannya relatif sedikit namun tetap perlu diwaspadai, apalagi penyakit ISPA ini terjadi pada sebagian besar kelompok umur," kata Rustam di Tanjungpinang, Senin.
Jika dilihat dari tren kasus bulanan, kata Rustam, lonjakan kasus ISPA terjadi pada Februari 2025 dan kembali meningkat menjelang September tahun ini.
Kondisi diduga berkaitan dengan perubahan cuaca atau musim pancaroba yang memang menjadi periode rawan peningkatan penyakit saluran pernapasan tersebut.
"Selain faktor cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat pasca pandemi COVID-19 dan penurunan kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan, dinilai turut berkontribusi terhadap kecenderungan naiknya angka kasus di 2025," ungkap Rustam.
Rustam menyampaikan pengidap ISPA di Tanjungpinang didominasi anak balita dengan total 3.576 kasus, lalu anak berusia 10-18 tahun 4.147 kasus, serta orang dewasa berusia 19-59 tahun 10.888 kasus.
Sedangkan sisanya itu berusia 60 tahun ke atas dan anak-anak berusia 5-9 tahun.
Baca juga: BKKBN Kepri jangkau 10.111 KRS lewat Program Genting
"Data ini menunjukkan, kelompok remaja hingga usia produktif semakin banyak terserang ISPA," ujar dia.
Lanjut Rustam menyatakan Dinkes Tanjungpinang terus berupaya melakukan pencegahan yang menjadi kunci utama dalam menekan angka ISPA.
Pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait rutin memberikan sosialisasi dan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan etika batuk/bersin di tempat-tempat umum. Kegiatan itu menyasar di sekolah, tempat kerja hingga fasilitas umum.
Selain itu, Dinkes Tanjungpinang turut meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan termasuk ketersediaan obat dan sarana pemeriksaan guna mengantisipasi lonjakan ISPA.
"Termasuk, melakukan pemantauan kualitas udara serta pengendalian sumber polusi seperti pembakaran sampah guna mencegah ISPA," demikian Rustam.
Baca juga: Pemkab Natuna gelar pelatihan penanganan kasus kekerasan pada perempuan
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
