
Perahu Jong Bisa jadi Ikon Wisata Batam

Batam (Antara Kepri) - Masyarakat pesisir Batam mengharapkan Lomba Perahu Jong yang sudah digelar enam kali di Pantai Kampung Melayu bisa menjadi ikon wisata sekaligus pelestarian budaya yang hampir punah di kawasan itu.
"Setiap tahun kegiatan ini sukses mendatangkan pecinta perahu Jong dari berbagai wilayah di Provinsi Kepulauan Riau, Riau. Bahkan Singapura juga sering mengikuti perlombaan ini," kata tokoh pecinta perahu Jong Batam, Arifn Madiun, di sela-sela pagelaran perahu Jong, di Pantai Kampung Melayu, Minggu.
Ia mengatakan, masyarakat yang masih ingin melestarikan Perahu Jong sangat berharap Dinas Pariwisata Kota Batam bersedia mengangkat kegiatan ini menjadi salah satu ikon wisata budaya.
"Perlombaan perahu Jong menjadi ajang temu nelayan Melayu saat tidak melaut karena cuaca buruk, sekaligus untuk melestarikan budaya," kata dia.
Kalau budaya Perahu Jong tidak didorong menjadi ikon budaya, kata dia, dalam beberapa tahun ke depan bisa punah.
"Saat ini generasi muda hanya sedikit yang mau melestarikannya. Kami sangat khawatir budaya ini akan benar-benar ditinggalkan," kata dia.
Arifin mengatakan, agar pagelaran Perahu Jong di Pantai Kampung Melayu tambah meriah selalu disisipkan budaya lain seperti Reog Ponorogo, Tari Dangkung, dan beberapa kesenian daerah lain.
Perahu Jong merupakan perahu mainan dari kayu dengan layar dari kain atau plastik aneka warna yang biasa dimainkan oleh nelayan Melayu saat mereka tidak melaut karena angin kencang.
Pada perlombaan tahun ini, kata dia, ada tiga kategori perlombaan masing-masing Perahu Jong kecil berukuran hingga 1,29 meter, sedang 1,3-1,5, di atas 1,6 untuk kategori besar.
Salah satu perajin perahu Jong di Kampung Nongsa Pantai, Abas mengatakan saat ini hanya tinggal beberapa orang yang rutin membuat perahu untuk lomba.
"Rata-rata kaum tua. Yang muda sangat jarang, karena itu Dinas Pariwisata perlu menjadikan Lomba Perahu Jong sebagai kalender wisata tahunan di Batam," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
