Logo Header Antaranews Kepri

Kemenhub Turunkan Tim Survei Transportasi Ramah Batam

Jumat, 8 Maret 2013 20:14 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kementerian Perhubungan berencana menurunkan tim survei bersama tim dari Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit atau GIZ untuk menilai pengadaan alat transportasi yang cocok untuk Kota Batam.

"Ada sekitar 16 item yang akan disurvei mengenai transportasi di Batam. Jika dirasa sesuai, kemungkinan kementerian akan membangun kereta api perkotaan untuk Batam," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Jumat.

Survei tersebut, kata dia, merupakan kelanjutan penandatanganan Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative atau Proyek Percontohan Inisiatif Transportasi Perkotaan Indonesia yang Berkelanjutan.

"Karena Batam sudah ditetapkan sebagai satu dari tiga kota percontohan transportasi maka kementerian akan membuat program pendukung pada tiga kota percontohan," kata dia.

Tahun ini, kata dia, Kemenhub dan GIZ akan melakukan studi komprehensif sistem transportasi darat, serta akan mengkaji peningkatan dan penyempurnaan BRT, peremajaan angkutan umum dan pengoperasian jam pada angkutan barang.

"Kemenhub ingin mengendalikan dampak lalu lintas di Batam dengan beberapa sistem transportasi ramah lingkungan dari Kemenhub," kata ardi.

Sebelumnya, Kemenhub menetapkan Medan, Batam dan Manado sebagai kota percontohan dengan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

Program dicanangkan Internasional melalui kesepakatan Bali Action Plan pada Conference of Parties United Nations Climate Change Convention (COP UNFCCC) ke-13 di Bali pada Desember 2007.

Hal itu ditindaklanjuti Presiden RI dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK).

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, mengatakan Batam dipilih karena kota yang berkembang dan pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang cukup tinggi.

"Transportasi laut, darat dan udara untuk Batam akan mendapat perhatian khusus dari Kemenhub," kata Dahlan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026