
PU Bangun Dua Embung di Pulau Terluar

Batam (Antara Kepri) - Kementerian Pekerjaan Umum membangun dua embung di pulau terluar NKRI, Pulau Nipa.
Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto saat mengunjungi Pulau Nipa, Rabu, mengatakan embung di Pulau Nipa diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air prajurit yang menjaga perbatasan.
Dua embung itu direncanakan dapat menampung air hujan 5.000 meter kubik, masing-masing 2.000 meter kubik dan 3.000 meter kubik.
"Embung sudah jadi, tinggal perbaikan sedikit-sedikit," kata dia.
Saat ini, embung yang menelan dana APBN Rp7 miliar itu belum terisi.
"Mudah-mudahan musim hujan mendatang mulai terisi," kata dia.
Selain embung, Kementerian PU juga membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di pulau yang nyaris tenggelam itu.
IPA di Pulau Nipa, mampu mengalir hingga lima liter per detik.
Menurut Menteri, debit air 1 liter per detik cukup untuk keperluan marinir yang bertugas menjaga perbatasan.
Menteri mengatakan debit air 1 liter per detik cukup untuk minum dan mandi 800 orang. Sehingga jika 5 liter per detik akan lebih dari kebutuhan.
"Penyelesaian IPA tidak terburu-buru," kata dia.
Seorang prajurit yang berjaga di Pulau Nipa mengatakan selama ini menggunakan air tadah hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Air ditampung diterpal," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
