Logo Header Antaranews Kepri

Bencana Sumatera, Mensos: Bantuan daerah terisolir disalurkan lewat udara

Selasa, 2 Desember 2025 12:57 WIB
Image Print
Mensos Saifullah Yusuf ditemui media di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Selasa (2/12/2025) terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf merespons kasus penjarahan di Sibolga, Sumatera Utara, sebagai dampak banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut. Ia menegaskan bantuan terus disalurkan untuk masyarakat yang terisolir melalui jalur udara.

Gus Ipul meluruskan bahwa kejadian di Gudang Bulog Kota Sibolga, Sumatera Utara, bukan penjarahan, melainkan memang sedang membagikan bantuan untuk para korban terdampak bencana.

"Kan sudah dijelaskan oleh Kepala BNPB bahwa itu bukan penjarahan, memang dibagi-bagi ke masyarakat. Kemudian, tentu saat mengirimkan bantuan itu ada kendala-kendala, salah satunya kendala medan berat yang tidak bisa ditempuh dengan mudah. Maka, memerlukan bantuan dari udara, baik itu helikopter maupun pesawat. Semua sudah turun tangan, tetapi ada medan yang memang cukup berat," katanya di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan, pemerintah sudah mengerahkan seluruh kekuatan untuk membantu para korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara optimal.

"Pemerintah bekerja keras semua, enggak mungkin kita itu membiarkan, tetapi justru usaha keras, bahkan Presiden itu memberikan atensi khusus dan memberikan perintah khusus kepada Panglima TNI, Kapolri, BNPB di bawah koordinasi Kemenko PMK. Jadi, semua turun tangan dan BUMN-BUMN seperti PLN, Pertamina juga turun tangan semua," paparnya.

Mensos juga mengemukakan ada bantuan bagi korban yang meninggal dunia berupa santunan Rp15 juta, sedangkan bagi yang luka berat, akan diberikan santunan Rp5 juta.

"Ini adalah bentuk tali asih untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan kita di tengah-tengah bencana," ujar dia.

Kemensos terus memperkuat dukungan bagi warga terdampak banjir di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kemarin, Senin (1/12), total nilai bantuan logistik bufferstock yang telah didistribusikan Kemensos untuk tiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp14,5 miliar.

Selain bantuan logistik bufferstock, Kemensos juga menggerakkan layanan bantuan bahan natura melalui dapur umum dan dapur mandiri dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar.

Layanan dapur umum dan dapur mandiri tersebut menjangkau beberapa titik dengan kapasitas sajian di Sumatera Barat pada 9 titik (Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan) yang melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per hari.

Sumatera Utara di 12 titik (Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara), melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per hari; dan Aceh di 7 titik (Subulussalam, Pidie Jaya, dan sekitarnya), melayani sekitar 28.000 bungkus makanan per hari.

Angka-angka tersebut masih terus bergerak naik, seiring penambahan titik layanan dapur umum yang akan diperbarui setiap hari sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga hari ini tercatat sebanyak 631 jiwa, dengan 472 jiwa dilaporkan hilang. Jumlah korban terluka tercatat sebanyak 2.600 orang, dengan korban yang mengungsi sebanyak 1 juta jiwa.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak bencana alam di Lhokseumawe, Aceh, pada Selasa.

Dilansir dari keterangan dikonfirmasi, bantuan tersebut dikirim menggunakan pesawat Direktorat Kepolisian Udara Polri CN 295/P-4501 dan langsung diarahkan ke masyarakat untuk mendukung kebutuhan warga serta petugas yang bekerja di lapangan.

Dalam penyalurannya, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran hadir mewakili Kapolri untuk menyerahkan langsung bantuan tersebut di lokasi terdampak.

Bantuan yang diberikan terdiri dari perahu karet satu unit, mesin Yamaha satu unit, alas perahu satu unit, power station dua unit, solar panel empat unit, MPT-FT 20 dus, pemanas makanan tambahan Polri (MTP) 10 dus, makanan siap saji 27 dus, dan tenda satu unit.

Fadil menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian langsung dari Kapolri terhadap kondisi masyarakat di Aceh.

“Bapak Kapolri memerintahkan kami untuk memastikan bantuan ini tiba tepat waktu dan langsung diterima masyarakat yang membutuhkan. Polri hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak bencana sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas tetap bersemangat menjalankan misi kemanusiaan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kapolri menginstruksikan agar proses penanganan bencana dilakukan dengan cepat, humanis, dan terkoordinasi.

“Pesan Bapak Kapolri sangat jelas: pastikan masyarakat mendapatkan bantuan, pastikan petugas tetap kuat, dan pastikan Polri selalu berada di garis terdepan untuk membantu negara dalam situasi darurat,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan logistik dan penguatan personel dari Kapolri ini, diharapkan penanganan bencana di Lhokseumawe dapat berjalan lebih optimal serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Selain menyalurkan bantuan, Fadil juga memberikan dukungan moral kepada seluruh anggota Polri dan petugas gabungan yang terus bekerja keras menanggulangi bencana alam di Lhokseumawe.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos respons penjarahan di Sibolga, sebut bantuan terus disalurkan



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026