Ketika Ngopi Tak Lagi Tunai: QRIS Jadi Rasa Baru di Tiap Transaksi

id kepri,batam ,bank indonesia ,BI KEPRI,UMKM,QRIS,kopi ,border,transaksi Oleh Rifki Leo Lubis - Juara 2 Karya Jurnalistik Bank Indonesia Kepri

Ketika Ngopi Tak Lagi Tunai: QRIS Jadi Rasa Baru di Tiap Transaksi

Tren kopi keliling tengah marak di Batam, karena mudah belinya dengan QRIS. Foto diambil pada 10 Juli 2025 (ANTARA/Rifki Leo Lubis)

Saat ini kedai kopi bukan hanya milik para pengusaha yang membangun bisnisnya di deretan ruko-ruko besar, atau lokasi unik dengan konsep yang cozzy dan estetik. Sekarang sudah banyak muncul penjual kopi keliling di Batam. Kemunculannya tepat setelah lapak penjual es teh manis marak hadir di Batam. Cuaca panas terik yang melanda Batam selama beberapa bulan terakhir ini membuatnya tumbuh pesat seperti jamur di kala musim penghujan.

Di wilayah Tiban Batam saja, ada berbagai macam merek dagang dari kopi keliling ini, seperti Kopi Sober, Kopi Sewu, Kopi Gowesan, Nom Nom Kopi, Sasimo Kopi dan lain-lain. Biasanya mereka mangkal berdekatan di simpang jalan yang ramai.

Sebenarnya konsep kopi keliling ini sudah sering ditemui di ibukota atau di kota-kota di Pulau Jawa, biasa disebut kopi starling. Para pedagang kopi starling berjualan menggunakan sepeda atau gerobak yang sudah dimodifikasi, sembari menawarkan berbagai jenis minuman kopi dengan harga terjangkau.

Di Batam, penjual kopi keliling ini menggunakan sepeda listrik. Konsepnya sangat mirip gerobak es krim keliling, dimana ada gerobak yang berisikan banyak kopi jadi yang diletakkan dalam gelas plastik. Ketika akan disajikan, gelas kopi ini akan dikeluarkan dan dicampur dengan es batu dengan takaran seimbang. Pilihannya pun ada bermacam-macam seperti yang ada di cafe, mulai dari rasa latte, americano, kopi aren dan lain-lain.

Pembeli kopi keliling ini sangat banyak dan datang dari kalangan generasi muda, yang membeli bukan hanya karena ingin menikmati tapi juga proses pembayarannya cepat karena menggunakan QRIS.

Kopi keliling ini tumbuh bersama dengan peningkatan jumlah merchant pengguna QRIS yang masif di Batam. Pemilik Kopi Sober, Haymas mengatakan konsep yang ia usung yakni Coffe to Go, yang artinya beli kopi langsung pergi. Konsep ini selaras dengan manfaat yang ditawarkan QRIS, yakni mudah dan praktis.

"Kami gunakan QRIS karena mendukung konsep Coffe to Go. Biar pelanggan bisa langsung menikmati kopinya karena sudah bayar dengan cepat," katanya di Batam, 8 November 2025.

Kopi Sober yang ia bentuk mengambil momentum di tengah semakin meningkatnya generasi muda pecinta kopi di Batam, tapi terhambat waktu dan finansial. Segelas kopi yang ditawarkan juga bukan merupakan kopi asal-asalan atau kopi sachet, melainkan kopi-kopi pilihan yang tidak kalah nikmatnya dari sajian kopi di kafe.

Keberadaan QRIS membuat kegiatan ngopi ini tambah semakin asyik. Generasi muda memang tak mau terlalu repot, misalnya hanya untuk ngopi harus ambil uang ke ATM yang mungkin letaknya jauh. Sehingga jika ada QR Code QRIS, maka ngopi bisa dilakukan dengan mudah kapan saja dan dimana saja.

"Saya prihatin karena tak semua kalangan bisa minum kopi. Saya ingin kopi ini bisa dinikmati secara merata," jelasnya.

Tren kopi keliling ini juga memberikan dampak positif pada peningkatan serapan tenaga kerja. Sebagai contoh Kopi Sober telah mempekerjakan sekitar 40 orang di Batam dan Tanjungpinang. Ini baru satu merek, belum merk lainnya yang sering terlihat wara-wiri di jalan-jalan besar di Batam.

Salah seorang pedagang kopi keliling, Aryono mengaku bersyukur atas apa yang ia kerjakan sekarang ini. Ia pun berupaya menjalani pekerjaanya dengan sebaik mungkin. Saat ditemui, ia tampak santai melepas lelah sambil duduk di kursi lipat outdoor berukuran kecil.

"Dalam sehari, target itu jual 100 cup, tapi terkadang kalau lagi ramai bisa sampai 130 cup," katanya.

Menurut Aryono, cuaca panas yang melanda Batam saat ini sering membuat dahaga dan kelelahan semakin memuncak, yang mendorong banyak orang mencari kopi dingin sebagai pelampiasan. Kopi dengan kandungan kafein dipandang dapat menyegarkan tubuh kembali setelah hari yang melelahkan.

"Dalam sehari, saya biasanya keliling paling jauh itu 45 kilometer sesuai dengan kapasitas baterai sepeda listrik ini. Alhamdulillah, pembelinya ramai terus karena memang cuaca lagi panas-panasnya," ungkapnya.

Selain itu, tren kopi keliling ini juga hadir dengan tone yang cukup positif dan menggambarkan masa depan yang sesungguhnya, karena menggunakan sepeda listrik yang ramah lingkungan, dan mengandalkan sistem pembayaran non-tunai dengan QRIS.

Ngopi Bagian dari Budaya Melayu

Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kedai kopi bukan hanya cerita singkat soal bisnis, tapi telah menjadi bagian penting dari budaya kehidupan Masyarakat Melayu yang telah diwariskan secara turun temurun. Ngopi saat ini bukan hanya sebagai ritual minum kopi, tetapi juga telah bertransformasi menjadi ajang interaksi sosial, pertemuan bisnis, pertukaran informasi hingga kesempatan pedekate dengan lawan jenis.

Pelakunya juga berasal dari berbagai lintas usia dan suku di provinsi yang terkenal sangat heterogen ini. Budaya ngopi yang telah jadi bagian integral dari kehidupan masyarakat modern di Kepri telah membuat kegiatan usaha UMKM seperti kedai kopi tumbuh subur di provinsi kepulauan ini, khususnya di Batam.

Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemko) Batam hingga akhir 2024, terdapat 1.059 usaha kuliner, yang terdiri dari 513 restauran, 321 kedai kopi dan 225 rumah makan. Peningkatan jumlah kedai kopi atau cafe di Batam turut berimbas pada kenaikan jumlah Penerimaan Asli Daerah (PAD) di Batam.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam, PAD dari pajak restoran pada tahun 2024 mencapai Rp 151,05 miliar. Angka tersebuh jauh tumbuh dari tahun 2023 sebesar Rp 128,55 miliar atau mengalami peningkatan sekitar 18 persen. Pertumbuhan kedai kopi di Batam juga diikuti pertumbuhan jumlah pengguna QRIS. Hampir seluruhya sudah menggunakan sistem pembayaran ala barcode tersebut.

Ketika ada pelanggan baru datang, pada umumnya mereka bertanya apakah bisa bayar menggunakan QRIS. Sehingga karena hal tersebut, maka sudah lumrah setiap ada kedai kopi baru, maka sudah pasti ada QRIS. Seiring dengan meningkatnya transaksi dengan QRIS di kalangan para pelaku UMKM termasuk kedai kopi ini, sering terjadi permasalahan berupa pembayaran yang harus dicek ulang atau difoto dulu pakai handphone. Hal tersebut bisa diatasi dengan inovasi teknologi terbaru dari QRIS, yakni QRIS Soundbox.

QRIS Soundbox adalah perangkat yang memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran digital melalui QRIS dengan notifikasi suara. Adanya speaker suara tersebut mempermudah pedagang mengetahui setiap transaksi yang masuk atau berhasil dilakukan. Tentunya, perangkat tersebut selain mempermudah proses pembayaran dari yang semula sekedar barcode saja, tetapi juga guna memastikan keamanan dan meningkatkan kenyamanan bagi pelaku usaha dan pelanggan.

Pelaku UMKM di Batam Didominasi Sektor Kuliner

Seperti yang diketahui, kedai kopi juga bagian dari bisnis UMKM kategori usaha makanan dan minuman atau kuliner. Di Batam, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Batam mencatat ada sebanyak 1.748 pelaku UMKM berada di bawah binaan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dan lebih dari 75 persen merupakan UMKM di sektor kuliner.

Secara keseluruhan, UMKM di Batam terdiri dari 1.376 pelaku usaha kuliner, 199 pelaku industri kreatif, 88 pelaku usaha jasa, 46 pelaku usaha obat tradisional, 11 pelaku usaha pertanian dan peternakan dan satu pelaku usaha perikanan.

UMKM di Batam memang paling banyak bergerak di sektor kuliner. Alasannya karena lebih mudah dikembangkan, dan permintaan pasarnya tinggi. Sektor kuliner juga mudah beradaptasi terhadap permintaan pasar. Dengan jumlah UMKM cukup besar di Batam, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup tinggi dan memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat," tuturnya.

Meskipun punya prospek yang cukup potensial, pelaku UMKM sangat rentan terhadap gejolak ekonomi, misalnya penurunan daya beli, kenaikan harga bahan baku, hingga keterbatasan pembiayaan selalu menjadi kendala utama dari tahun ke tahun. Karakteristik UMKM itu sangat bergantung pada stabilitas ekonomi. Begitu ada krisis, iklim usahanya cepat terganggu.

Untuk membantu UMKM, Pemko Batam telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana bergulir, serta program pinjaman tanpa bunga tahun ini. Secara keseluruhan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat memiliki sebanyak 75.575 UMKM hingga akhir 2024, dengan serapan tenaga kerja mencapai 156.997 orang.

Pertumbuhan QRIS di Kepri

Sejak diluncurkan Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus 2019, hingga saat ini QRIS telah menjadi pilihan utama dari retail besar, pelaku UMKM hingga para pedagang kaki lima di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan data terakhir dari BI Perwakilan Kepri, jumlah pengguna baru QRIS hingga September 2025 sudah mencapai 539.337 pengguna. Sedangkan jumlah merchant pengguna QRIS pada periode yang sama sudah mencapai 653.192, dimana sekitar 80 persen berada di Batam.

Sementara itu, volume dan nominal transaksi QRIS hingga September 2025 telah mencapai 64,94 juta transaksi dengan nilai nominal Rp 7,71 triliun.

Kepala BI Kepri Rony Widijarto mengatakan nilai tersebut meningkat pesat dari transaksi QRIS tahun 2024 sebesar 33,94 juta transaksi. "Secara keseluruhan peningkatannya mencapai 181,93 persen (yoy) dari tahun 2024," katanya di Batam.

Secara nominal transaksi, totalnya telah mencapai Rp 7,71 triliun atau mengalami peningkatan 140,62 persen dari tahun 2024 yang mencapai Rp 5,03 triliun.

"Peningkatan akseptasi QRIS di Kepri menjadi indikasi kuat bahwa masyarakat dan pelaku usaha semakin nyaman bertransaksi secara digital. Ekosistem QRIS terus berkembang, terutama di sektor perdagangan dan jasa," katanya lagi.

Pertumbuhan jumlah merchant di Kepri sebagian besar berasal dari sektor UMKM, ritel, dan usaha kuliner yang kini mulai mengandalkan transaksi nontunai sebagai metode pembayaran utama. BI mencatat sejumlah faktor pendorong utama pertumbuhan ini, di antaranya kemudahan proses registrasi merchant, edukasi publik mengenai transaksi digital, serta kehadiran fitur QRIS Tuntas, yang memungkinkan transaksi secara cepat dan efisien antarbank dan antarwilayah.

Selain tren positif akseptasi QRIS di Kepri, perkembangan QRIS Cross Border juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga September 2025. Tujuan utama QRIS Cross Border adalah untuk memudahkan transaksi lintas negara secara cepat, aman, dan efisien menggunakan kode QR standar nasional masing-masing negara. Inovasi baru ini tentu saja memudahkan pelaku UMKM maupun wisatawan yang ingin bertransaksi secara digital di luar negeri.

Di Malaysia, volume dan nominal transaksi QRIS inbound sebesar Rp 28,79 miliar dengan 97.780 transaksi. Angka tersebut meningkat dari tahun 2024 sebesar Rp 7,86 miliar dengan 30.009 transaksi.

Di Thailand, volume dan nominal transaksi QRIS inbound sebesar Rp 188,77 juta dari 728 transaksi. Capaian tersebut meningkat pesat dari tahun 2024, yang nominalnya hanya Rp 23,53 juta dari 627 transaksi.

Sedangkan di negeri jiran terdekat yakni Singapura, volume dan nominal transaksi QRIS inbound tercatat sebesar Rp 6,02 miliar dari 17.630 transaksi. Angkat tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,87 miliar dari 5.635 transaksi. Pertumbuhan QRIS yang cukup tinggi baik dari sisi pengguna, jumlah merchant dan volume transaksi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kepri menyukai model transaksi yang mudah, cepat dan sederhana, yang semuanya dimiliki oleh QRIS.

QRIS membuat transaksi menjadi semakin ringkas, karena mengubah rekening si pengguna menjadi QR Code, yang bisa digunakan untuk berbelanja di merchant atau para pedagang yang juga menggunakan QRIS. Bagi merchant, hanya dengan menampilkan satu QR Code, maka dapat dipindai oleh berbagai aplikasi dari berbagai Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), baik itu bank maupun non-bank.

Generasi Muda Menyukai QRIS

Kehadiran QRIS yang terus berevolusi hingga saat ini merupakan puncak dari digitalisasi sistem pembayaran. Sebelumnya, sistem pembayaran non-tunai di Indonesia belum berlaku secara universal. Jadi tidak heran, ketika konsumen berbelanja di retail, ada berbagai macam papan QR Code dari banyak PJP.

Saat itu, QR Code dari satu PJP, tidak bisa digunakan untuk memindai QR Code dari PJP lainnya. Contohnya pengguna aplikasi Dana hanya bisa melakukan pemindaian di papan QR Code dari Dana juga. Baru setelah muncul standarisasi QR Code yang dilakukan oleh QRIS, maka sistem pembayaran lewat QR Code berlaku secara universal, dan terintegrasi pada seluruh PJP.

Karena hal tersebut, jumlah pengguna QRIS terus bertumbuh. Bagi para pengguna QRIS, terutama dari kalangan generasi milenial dan Gen Z yang rata-rata melek teknologi, biasanya lebih menyukai pembayaran non-tunai karena mudah dan praktis.

Berdasarkan data dari sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, jumlah generasi milenial kelahiran 1981-1996 di Kepri sebanyak 578.183 jiwa. Sedangkan Gen Z kelahiran 1997-2012 sebanyak 562.655 jiwa, dan jika digabungkan menjadi 1.140.838 jiwa.

Hingga akhir 2024, jumlah penduduk Kepri tercatat sebanyak 2.271.890 jiwa. Sehingga persentase populasi milenial plus Gen Z di Kepri mencapai 50,21 persen. Beragam inovasi pun terus dilakukan BI agar generasi muda semakin mencintai QRIS, salah satunya yakni dengan memperkenalkan QRIS Tap.

Dengan QRIS Tap, maka pengguna tidak perlu lagi memindai QR Code QRIS secara manual menggunakan kamera ponsel. QRIS Tap yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) ini membuat pengguna hanya perlu mendekatkan ponsel yang punya fitur NFC ke mesin pembaca atau NFC reader pada perangkat atau stiker QRIS Tap, setelah itu transaksi pun langsung diproses.

Atas dasar tersebut, QRIS pun diyakini akan semakin populer di Kepri, di tengah gaya hidup masyarakat modern yang mendamba kemudahan dan serba praktis.(*)



Keterangan : Isi dan maksud tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan tanggung jawab redaksi

COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE