
Pemkab Natuna turunkan status bencana dari tanggap jadi siaga darurat

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menurunkan status bencana cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari tanggap darurat menjadi siaga darurat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika dikonfirmasi dari Bintan, Jumat, mengatakan bahwa sebelumnya melalui Keputusan Bupati Natuna Nomor 147 Tahun 2026, status tanggap darurat ditetapkan pada 26 Maret hingga 1 April 2026.
Penetapan status tanggap darurat bencana dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan, di mana bencana cuaca ekstrem, kekeringan, dan karhutla telah terjadi serta berpotensi meningkat dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Namun, setelah dilakukan evaluasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada waktu berjalan status tersebut diturunkan menjadi siaga darurat.
Baca juga: Pemkab Natuna lakukan operasi modifikasi cuaca
“Status tanggap darurat berakhir pada 1 April. Berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama bupati dan Forkopimda, status ditetapkan menjadi siaga darurat mulai 2 April hingga 30 April,” ucapnya.
Meskipun status telah diturunkan, operasi penanganan tetap dilanjutkan, termasuk pemadaman dan patroli melalui udara dengan metode bom air menggunakan helikopter serta operasi modifikasi cuaca menggunakan pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ia menambahkan, bantuan operasi udara dari BNPB telah diberikan sejak beberapa hari lalu, setelah Pemkab Natuna mengajukan permohonan karena keterbatasan sarana dan prasarana di daerah untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam hutan dan lahan.
“Meskipun status sudah siaga darurat, dukungan BNPB untuk operasi udara masih berlanjut, sehingga helikopter dan pesawat tetap berada di Natuna,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Natuna turunkan status bencana dari tanggap ke siaga darurat
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
