Logo Header Antaranews Kepri

Batam Deflasi 0,27 Persen

Senin, 1 April 2013 21:00 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - BPS Provinsi Kepulauan Riau mencatat Batam mengalami inflasi 0,27 persen pada Maret 2013.

"Dari 16 kota di Sumatra yang disurvei, tercatat enam kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,87 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 0,01 persen," kata Kepala Bidang Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Mangaputua Gultom di Tanjungpinang, Senin.

Gultom mengemukakan, indeks harga konsumen di Batam Maret 2013 turun dari 129,72 pada Februari 2013 menjadi 129,37 atau terjadi deflasi sebesar 0,27 persen. Penurunan indeks harga pada Maret 2013 merupakan deflasi yang pertama pada tahun 2013, setelah selama dua bulan sebelumnya selalu mengalami inflasi.

"November-Desember 2012 terjadi inflasi di Batam. Tetapi di awal 2013 terjadi deflasi," ujarnya.

Perubahan harga pada 105 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya deflasi di Batam pada saat itu. Sebanyak 26 komoditas barang dan jasa diantaranya mengalami penurunan harga antara lain, cabai merah, angkutan udara, bayam, emas perhiasan, telur ayam ras, kacang panjang, ikan tongkol, kol putih, tomat sayur, bawang merah, dencis, udang basah, sawi hijau, minyak goreng, kembang kol, kentang, dan daging ayam ras.

Sebaliknya, sebanyak 79 komoditas lainnya justru mengalami kenaikan harga/tarif antara lain, rokok kretek filter, beras, ayam goreng, rokok kretek, kangkung, bahan bakar rumah tangga, biskuit, cabai rawit, apel, anggur, bawang putih, rokok putih, lele, bensin, sotong, nangka muda, pisang, sepeda motor, sate, jeruk, soto, dan minuman ringan.

Sementara berdasarkan kelompok harga konsumen, deflasi di Batam disebabkan oleh turunnya harga kelompok bahan makanan 1,07 persen, kelompok sandang sebesar 0,61 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,70 persen.

Sebaliknya, tiga kelompok lainnya justru mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,70 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,14 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen.

"Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan lalu," ujarnya.

Laju inflasi tahun kalender (Januari - Maret) 2013 di Kota Batam sebesar 1,21 persen
dan laju inflasi pada Maret 2013 dibanding dengan Maret 2012 di Kota Batam sebesar 3,02 persen.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026