
Bupati Natuna ajak petani naikkan produksi pangan demi mendukung MBG

Natuna (ANTARA) - Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Cen Sui Lan mengajak para petani meningkatkan produksi sekaligus kualitas tanaman pangan guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah.
Cen Sui Lan dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan program MBG telah membuka pasar baru bagi petani daerah itu, karena menu yang disajikan kepada penerima manfaat cukup lengkap, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, lauk-pauk, hingga berbagai bahan pangan pendukung lainnya.
Oleh karena itu, dukungan dari petani lokal diperlukan, agar kebutuhan program MBG bisa terpenuhi.
“Di Natuna sudah ada beberapa dapur program MBG yang beroperasi. Ini menjadi pasar baru bagi petani dan tidak mengganggu pasar tradisional yang sudah ada,” ucap dia.
Ia menegaskan program MBG dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal, tidak hanya bagi petani tetapi juga nelayan serta pelaku sektor pangan lainnya.
Namun, saat ini sebagian besar bahan pangan yang digunakan dapur MBG di Natuna masih didatangkan dari luar daerah, terutama beras.
“Kita harus mulai memanfaatkan hasil lokal. Para petani dapat memasok hasil panen kepada pengelola dapur MBG, membicarakan harga, dan memastikan kerja sama saling menguntungkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, menambahkan kebutuhan sayur untuk satu dapur program MBG cukup besar, yakni hampir 500 kilogram per minggu.
“Untuk SPPG di Batu Hitam, setiap kali produksi menu dibutuhkan sekitar 160 kilogram sayur sawi,” kata dia.
DKPP Natuna mencatat produksi tanaman hortikultura di daerah itu hingga Oktober 2025 mencapai 1.183,92 ton, atau hampir 190 persen dibandingkan 2024 yang hanya 408,26 ton.
Komoditas penyumbang terbesar meliputi cabai rawit, mentimun, dan terong dengan total produksi masing-masing mencapai ratusan ton.
“Produksi cabai rawit pada 2025 mencapai 137 ton, mentimun 219 ton, sementara terong mencapai 474 ton,” kata Syazali.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
