
Sky Tidak Menutup Rute Batam-Silangit

Pekanbaru (Antara Kepri) - Maskapai Sky Aviation mengaku tidak menutup rute Batam-Silangit yang dilayani dengan pesawat Fokker 50 dengan kapasitas 48 penumpang dan penerbangan perdana dilakukan pada bulan November tahun 2012.
"Sebenarnya kami tidak menutup rute Batam-Silangit, karena waktu itu kami belum menggunakan Boeing seperti sekarang ini menerbangi Medan-Pekanbaru dan Pekanbaru-Batam," ujar Direktur Operasional Sky Aviation Alamsyah Sinulingga, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Kamis.
Menurut Sinulingga, Batam yang berada di Kepulauan Riau dan Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, bila ditempuh dengan pesawat jenis Fokker 50, maka tidak hemat dalam penggunaan bahan bakar karena jarak tempuh sekitar sekitar 1 jam 30 menit.
Untuk menutupi biaya operasional yang harus dikeluarkan seperti pembelian bahan bakar dan kemudian dibagi satu orang, maka biaya yang harus dikeluarkan penumpang dalam harga yang mungkin relatif tinggi bagi masyarakat di Tapanuli Utara dan sekitar.
"Dengan adanya Boeing yang menerbangi Pekanbaru-Medan dan Fokker Pekanbaru-Silangit, bisa saja nanti dengan pelayanan bandara dan panjang landasan sudah bagus, kami akan terbangi dengan Sukhoi SSJ 100 ke Bandara Silangit dari Batam," ucapnya.
Ketika menerima rombongan penerbangan perdana Pekanbaru-Silangit menggunakan Fokker 50 pekan lalu, Sekdakab Tapanuli Utara HP Marpaung mengatakan, rute Batam-Silangit yang tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan meski sudah ada kerja sama dengan empat kabupaten.
"Kami kira ada beberapa faktor terutama masalah biaya, agar Sky menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat yang ada terutama masyarakat yang tinggal disini," ucapnya.
"Pada awalnya sudah ada penumpang, tetapi karena Sky tidak mampu untuk menutupi biaya operasional sehingga maskapai penerbangan tersebut menyesuaikan harga jual tiket pesawat," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima Antara, rute Batam-Silangit hanya dilayani Sky Aviation sekitar tiga pekan dan setiap pekannya dilakukan penerbangan sebanyak dua kali pulang pergi dengan harga tiket pesawat Rp700 ribu per penumpang.
Oleh karena empat pemerintah kabupaten yang terdiri dari Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Samosir tidak sepakat mengenai pemberlakuan subsidi kepada penumpang melalui "block seat", sehingga kerja sama dengan maskapai itu tidak diteruskan.
Panjang landasan pesawat untuk mendarat di Bandara Silangit saat sekarang ini sepanjang 2.400 meter dengan lebar 30 meter.
Menurut rencana Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura II akan memperpanjang landasan menjadi 2.650 meter dan lebarnya menjadi 45 meter. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
