
Pemerintah Pusat Bangun 50 Kios PKL Batam

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada 2013 akan membangun 50 kios untuk penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Batam, Kepulauan Riau.
"Sifatnya bantuan sosial untuk sarana PKL berjualan. Dananya dari APBN melalui Pos Anggaran Kementerian Koperasi dan UKM," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Jumat.
Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan pengukuran mengenai panjang jalan yang akan digunakan bagi para PKL di kawasan Penuin. Kios yang akan di bangun berukuran 2,5x4 meter.
"Saat ini sedang taraf pengukuran, rencananya dalam dua bulan kedepan kios-kios tersebut sudah bisa digunakan oleh PKL. Jadi tidak ada pedagang yang jualan sembarangan dipinggir jalan," kata dia.
Dijelaskan, para pedagang yang akan menggunakan lapak tersebut, tidak akan diminta uang penggantian. Namun, saat sudah mulai ditempati akan dikenakan retribusi sebesar Rp7.500 per hari.
"Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat menjadikan Batams ebagai percontohan penanganan PKL perkotaan pada 2013," kata Rudi.
Rudi mengatakan, saat ini ada sekitar tiga ribuan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Batam yang akan di tata oleh pemerintah hingga 2015 mendatang.
Jika pemerintah memberikan solusi, Rudi yakin pedagang tidak akan menolak dipindahkan ke tempat lain.
"Kami juga akan melakukan kerja sama dengan bank yang bisa memberikan pinjaman untuk membantu peningkatan modal usaha PKL di Batam," kata Rudi.
Rudi mengatakan, ebelumnya juga sudah bekerja sama dengan pengelola kompleks Tanjungpantun Jodoh untuk merelokasi pedagang di kawasan Jodoh.
Kerja sama tersebut, kata dia, dengan pembangunan ratusan kios dengan harga terjangkau yang kini sudah mulai dihuni oleh para pedagang yang tadinya berdagang di pinggir jalan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
