Logo Header Antaranews Kepri

12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa

Senin, 5 Januari 2026 11:31 WIB
Image Print
Anak-anak yang terlantar bermain di luar tenda mereka saat udara dingin, di tempat penampungan sementara dekat pelabuhan Gaza di Kota Gaza, Palestina, Senin (29/12/2025). ANTARA/ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa.

Istanbul (ANTARA) - Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan lebih dari 12.000 anak Palestina hidup dalam kondisi pengungsian paksa di Tepi Barat akibat operasi militer Israel yang masih berlangsung di wilayah utara daerah pendudukan.

“Lebih dari 12.000 anak masih berada dalam kondisi pengungsian paksa di Tepi Barat yang diduduki,” kata UNRWA dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X, Minggu (4/1).

Sejak 21 Januari 2025, tentara Israel telah melakukan kampanye militer di Tepi Barat bagian utara, yang dimulai di kamp pengungsi Jenin dan kemudian meluas ke kamp Nur Shams dan Tulkarem.

Menurut data resmi, pasukan Israel telah mengepung tiga kamp tersebut, disertai dengan penghancuran infrastruktur, rumah, dan pertokoan secara luas, yang menyebabkan sekitar 50.000 warga Palestina mengungsi.

Menanggapi operasi tersebut, UNRWA mengatakan pihaknya telah meluncurkan program pendidikan darurat bagi anak-anak yang mengungsi pada Februari 2025.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNRWA: Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026