Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengakui pengetatan kontrol ekspor barang penggunaan ganda ke Jepang dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan, yang dinilai Beijing mencampuri urusan dalam negerinya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pernyataan Takaichi melanggar kedaulatan dan integritas wilayah China serta mengandung ancaman penggunaan kekuatan terhadap Beijing.
Berbicara dalam konferensi pers di Beijing, Rabu, Mao menegaskan sikap Tokyo mengenai Taiwan itu telah merusak hubungan bilateral dan menjadi latar kebijakan baru China terhadap ekspor sensitif ke Jepang.
Baca juga: Ratusan warga Brasil protes serangan AS di Venezuela
Kementerian Perdagangan China mengumumkan mulai 6 Januari 2026 akan memberlakukan kontrol ekspor lebih ketat terhadap Jepang atas barang yang dikategorikan sebagai penggunaan ganda, untuk kepentingan sipil dan militer.
Barang penggunaan ganda mencakup produk, teknologi, dan perangkat lunak yang pada dasarnya bersifat sipil, namun berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan militer atau mendukung sistem persenjataan.
Dalam pengumuman resminya, kementerian menyebut kebijakan itu diambil demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional China serta memenuhi kewajiban internasional terkait pencegahan proliferasi.
Mao mengatakan langkah tersebut sepenuhnya sah, beralasan, dan dilakukan sesuai hukum dan peraturan China serta komitmen internasional yang berlaku.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China perketat ekspor ke Jepang, terkait pernyataan soal Taiwan

Komentar