Logo Header Antaranews Kepri

China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan

Rabu, 11 Februari 2026 11:16 WIB
Image Print
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengatakan terbuka untuk berkomunikasi kembali dengan Jepang dengan syarat Perdana Menteri Sanae Takaichi mau menarik ucapannya yang dianggap keliru oleh Beijing soal Taiwan.

"Jika pihak Jepang benar-benar ingin mengembangkan hubungan strategis yang saling menguntungkan dengan China, yang perlu dilakukan sederhana dan jelas, yaitu, menarik kembali pernyataan Takaichi yang keliru tentang Taiwan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (10/2).

PM Sanae Takaichi pada Senin (9/2) mengatakan bahwa ia bermaksud menjaga saluran dialog dengan China tetap terbuka meskipun hubungan bilateral sedang tegang.

"Justru karena ada kekhawatiran dan tantangan antara Jepang dan China, komunikasi menjadi penting. Jepang terbuka untuk berbagai bentuk dialog," kata Takaichi dalam konferensi pers setelah kemenangan pemilu.

Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Takaichi memenangkan pemilu majelis rendah Jepang dengan kemenangan terbesar sejak partai dibentuk pada 1955 dengan menduduki 316 kursi dari 465 kursi yang diperebutkan.

Baca juga: Batam ASRI gerakkan 5.600 orang bersihkan kota

"China telah menjelaskan posisinya mengenai masalah ini lebih dari sekali. Dialog sejati dibangun atas dasar saling menghormati dan menjunjung tinggi kesepakatan yang telah dibuat," ungkap Lin Jian.

Lin Jian pun menyebut China mencermati apakah pernyataan Takaichi sesuai dengan tindakan di lapangan atau malah berlawanan.

"Jika ada yang hanya berbicara tentang perlunya dialog sambil terus memicu konfrontasi, maka apa yang disebut 'dialog' ini jelas tidak dapat diterima. Kami meminta Jepang mematuhi empat dokumen politik antara China dan Jepang serta mengambil tindakan nyata untuk menunjukkan ketulusannya dalam berdialog," jelas Lin Jian.

Takaichi menjadi perempuan pertama yang menjadi perdana menteri di Jepang pada Oktober 2025 lalu. Ia kerap menyebut mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher yang dijuluki "Iron Lady" sebagai inspirasinya dan janjinya untuk "bekerja, bekerja, bekerja".


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China mau dialog dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026