
Pemkot Batam Bangun Rumah Potong Unggas

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam membangun rumah potong unggas di Kawasan Industri Sekupang dengan kapasitas 5 ribu ekor per hari.
"Pemerintah Kota Batam menggandeng pihak swasta dalam pembangunannya. Diharapkan pada akhir tahun nanti sudah selesai dan bisa digunakan," kata Kabid Peternakan Dinas Peternakan Dinas Kelautan, Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam Sri Yunelly di Batam, Selasa.
Yunelly mengatakan, saat ini unggas-unggas segar dipotong langsung di pasar. Nanti setelah rumah potong unggas selesai dibangun, unggas-unggas akan dipotong di tempat tersebut sebelum didistribusikan ke pasar.
"Dengan dipotongnya unggas di rumah potong tersebut, kualitas ayam lebih higienis dibanding jika dilakukan pemotongan langsung di pasar secara serampangan," kata dia.
Ia mengatakan, rumah potong tersebut memang belum mampu memotong semua kebutuhan ayam segar di pasar Batam yang mencapai 25 ribu per hari. Untuk unggas jenis lain, jumlahnya tidak signifikan.
"Kapasitasnya memang belum memadai. Namun setidaknya akan mengurangi limbah dari penyembelihan ayam yang dilakukan di pasar tradisional," kata Yunelly.
Yunelly sebelumnya mengatakan kebutuhan ayam di Kota Batam 70 persen dipenuhi oleh peternak di kawasan Rempang dan Galang, sedangkan sisanya dipenuhi ayam beku dari Jawa.
"Kami belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan ayam segar yang dihasilkan peternak lokal Batam, karena cuaca di Batam sering berubah-ubah. Solusinya kami mendatangkan dari Jawa untuk mengantisipasi kelangkaan," ujarnya.
Upaya untuk meningkatkan peternak di Batam, kata dia, masih terkendala izin penggunaan lahan yang hingga kini belum jelas karena pada dasarnya Batam tidak diperuntukkan untuk peternakan.
"Kami ingin meningkatkan kapasitas peternak lokal. Namun hingga kini belum ada lahan khusus yang diperbolehkan untuk peternakan," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
