Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat sebanyak 14.832 pencari kerja berhasil terserap dalam pasar kerja sepanjang 2025.
Meski demikian, menurut Kepala Disnaker Batam Yudi Suprapto, di Batam, Senin, angka tersebut juga termasuk dengan pencari kerja yang berasal dari luar Batam.
Yudi Suprapto mengatakan pada 2025, terdapat 29.710 pencari kerja yang terdaftar dalam data dinas, dengan 14.832 orang berhasil mendapatkan pekerjaan.
“Target penempatan tenaga kerja tahun 2025 sebesar 18 ribu orang, dengan target lowongan kerja tercatat sebanyak 20 ribu. Di 2025, kami catat 14.832 yang diterima pekerjaan dari 18.528 jumlah lowongan kerja,” katanya saat dihubungi.
Berdasarkan data Disnaker Batam, per bulan jumlah pencari kerja dan penempatan tenaga kerja fluktuatif. Puncaknya pada bulan Mei, di mana tercatat 4.231 pencari kerja, seiring dengan bursa kerja yang diadakan pada bulan itu.
Namun, ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan 2024, capaian penempatan tenaga kerja di Batam pada 2025 lalu memang mengalami penurunan.
Pada 2024, jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 24.690 orang, dengan penempatan tenaga kerja mencapai 17.583 orang dan lowongan kerja tercatat 18.718 posisi.
Menurut Yudi, salah satu faktor utama belum optimalnya capaian penempatan tenaga kerja adalah rendahnya kepatuhan perusahaan dalam melaporkan data penyerapan tenaga kerja.
Baca juga: Sumbar terima bantuan bencana Rp4,56 miliar dari Pemkot Batam
Ia menjelaskan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2024 menyebutkan bahwa pemberi kerja wajib melaporkan lowongan kerja dan penempatan tenaga kerja kepada dinas ketenagakerjaan.
“Penempatan itu sangat bergantung pada pelaporan perusahaan. Banyak perusahaan yang tidak melaporkan jumlah tenaga kerja yang diterima, sehingga tidak seluruh penempatan tercatat di Disnaker Batam,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, keterbatasan monitoring, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, juga menjadi tantangan dalam pendataan penempatan tenaga kerja.
Untuk mengatasi hal tersebut, menurut Yudi, Disnaker Batam mengembangkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan atau Simnaker sebagai kanal penyebaran lowongan kerja secara daring sekaligus pendataan penempatan tenaga kerja.
Hingga Desember 2025, sekitar 300 perusahaan telah terdaftar dalam aplikasi tersebut, dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 30 ribu pencari kerja.
Terkait target 2026, Yudi menyebutkan hingga kini belum ditetapkan karena masih menunggu data investasi dan kependudukan.
Baca juga: Polda Kepri kerahkan rantis Karhutla padamkan kebakaran bengkel di Tanjung Uncang

Komentar