Logo Header Antaranews Kepri

Imigrasi Belakangpadang gencarkan sosialisasi kejar target PNBP tahun 2026

Selasa, 13 Januari 2026 17:39 WIB
Image Print
Kepala Kantor Imigrasi Belakangpadang Tedy Wibisono di Batam, Kepri, Selasa (13/1/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakangpadang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat sosialisasi kepada masyarakat guna mencapai target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp5,6 miliar pada 2026.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakangpadang, Tedy Wibisono mengatakan pencapaian target PNBP dilakukan secara realistis dengan menyesuaikan karakteristik wilayah kerja.

“Permohonan paspor itu fluktuatif. Tidak setiap tahun orang ke luar negeri. Karena itu, kami juga akan lebih fokus pada sosialisasi dan kemudahan layanan di kantor untuk yang ingin mengurus,” ujar Tedy di Batam, Selasa.

Upaya yang dilakukan antara lain dengan memperbanyak kegiatan jemput bola melalui layanan PORTAL (Paspor di Atas Kapal), yang turun langsung ke pulau-pulau.

“Kita ingin memperkenalkan Kanim Belakangpadang sebagai lokasi alternatif layanan bagi warga Batam, yang mungkin sulit dapat antrean di kantor imigrasi lainnya di Kepri,” katanya.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Reza Mulyawan akan membuat strategi 'branding' secara organik agar masyarakat lebih tertarik datang dan memanfaatkan layanan.

Baca juga: Imigrasi Belakangpadang dekatkan layanan permohonan paspor untuk warga pulau

“Kami ingin membangun citra bahwa membuat paspor di Belakangpadang itu nyaman. Kantornya tidak ramai, bisa sambil wisata dengan sarapan pagi, sekalian mengurus paspor,” ujarnya.

Selain paspor, PNBP juga didorong dari layanan visa dan izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA), khususnya di kawasan wisata seperti Nirup.

Meski demikian, ia mengatakan WNA yang tinggal menetap di Belakangpadang masih didominasi oleh perkawinan campur, sementara investor asing masih relatif terbatas.

Tedy juga menambahkan untuk layanan paspor, Imigrasi Belakangpadang membuka kuota 30 pemohon per hari.

Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar pemohon berasal dari wilayah perkotaan Batam yang tidak mendapatkan antrean di kantor imigrasi di pusat kota.

Sebagai informasi, pada 2025 Imigrasi Belakangpadang berhasil melampaui target PNBP sebesar Rp3,746 miliar dengan realisasi Rp3,898 miliar atau 104,1 persen. Sepanjang tahun, Kanim ini menerbitkan 5.490 paspor bagi WNI.


Baca juga: Polresta Barelang gagalkan pengiriman PMI di Pulau Belakangpadang



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026