Wagub Kepri soroti 4 persoalan yang kerap terjadi di daerah perbatasan

id kepri batam,perbatasan indonesia,3T,tol laut,kesejahteraan

Wagub Kepri soroti 4 persoalan yang kerap terjadi di daerah perbatasan

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. ANTARA/Amandine Nadja.

Batam (ANTARA) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura memaparkan empat persoalan utama yang masih dihadapi wilayah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar Kepri, seperti kesejahteraan yang tak merata dan konektivitas antarpulau yang terbatas.

Nyanyang saat dihubungi di Batam, Kamis, menitikberatkan empat isu utama, yakni kesejahteraan masyarakat perbatasan, konektivitas antarpulau, ketahanan pangan, serta penguatan aspek teritorial dan pengawasan wilayah.

“Di wilayah perbatasan Kepri, yang masih menjadi masalah yakni kesejahteraan, seperti akses pendidikan dan kesehatan. Lalu, keterbatasan konektivitas laut, ketahanan pangan di Natuna, Anambas, dan Kepri secara umum. Serta, diperlukan pengawasan yang lebih ketat di wilayah laut karena ancaman illegal fishing,” ujarnya.

Aktivitas penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing disebut tidak hanya merugikan nelayan lokal, tetapi juga negara. Karena itu, ia ingin agar pengawasan lebih diperketat dan menjadi prioritas utama di kawasan perbatasan.

Illegal fishing ini targetnya jelas dan pemerintah pusat juga merasa dirugikan. Maka pengawasan harus lebih ketat, ini menjadi prioritas pertama di daerah perbatasan,” kata dia.

Baca juga: Pemkab Karimun kembangkan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi wujud ketahanan pangan

Hal-hal tersebut ia angkat pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI pada Selasa (21/1) lalu, dimana ia memaparkan beberapa poin permasalahan di kawasan perbatasan Indonesia bagian Barat.

Dalam RDP tersebut, Wagub itu juga memaparkan kondisi geografis Kepri sebagai berada terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja.

Luasnya wilayah laut Kepri juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan perbatasan.

Wagub Nyanyang juga meminta dukungan pemerintah pusat, khususnya terkait penguatan konektivitas melalui program Tol Laut, penambahan armada kapal, serta subsidi dan penambahan frekuensi penerbangan perintis rute Batam-Natuna dan Batam-Anambas.

“Untuk tol laut, itu sudah berjalan, namun kami juga ingin agar ditingkatkan dalam segi pelayanan,” katanya.

Meski demikian, Pemprov Kepri terus melakukan berbagai upaya, seperti pembangunan pelabuhan dan dermaga apung, peningkatan layanan listrik dan telekomunikasi, penyediaan ambulans laut, program beasiswa pendidikan, hingga bantuan transportasi bagi masyarakat kepulauan.


Baca juga: Bandara Hang Nadim Batam resmi tambah rute baru Batam-Kuala Lumpur

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE