
Tanjungpinang Deflasi 0,01 Persen

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, pada April 2013 mengalami deflasi 0,01 persen atau merupakan deflasi terendah di Indonesia.
"Deflasi terendah di Kota Tanjungpinang sebesar 0,01 persen," kata Kepala BPS Kepulauan Riau (Kepri) Dumagar Hutahuruk di Tanjungpinang, Rabu.
Ia menyebutkan dari 66 kota di Indonesia yang disurvei indeks harga konsumennya tercatat 28 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang Sidempuan sebesar 0,81 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Kendari sebesar 0,01 persen.
Sebaliknya, 38 kota lainnya mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Maumere sebesar 1,20 persen dan terendah di Tanjungpinang.
Dumagar mengungkapkan selama dua bulan terakhir Kota Tanjungpinang mengalami deflasi. Deflasi pada April 2013 ditandai dengan turunnya indeks harga konsumen Tanjungpinang dari 137,43 pada Maret 2013 menjadi 137,42 atau terjadi deflasi sebesar 0,01 persen.
Perubahan harga pada 75 jenis komoditas atau jenis kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya deflasi di Kota Tanjungpinang April 2013. Sebanyak 27 komoditas atau jasa yang mengalami penurunan harga antara lain ikan selar, udang basah, ikan tongkol, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bayam, emas perhiasan, telur ayam ras, ikan gembung, minyak goreng, buncis, obat dengan resep, sawi hijau, makanan ringan, dan daging sapi.
Sebaliknya 48 komoditas lainnya justru mengalami kenaikan harga. Komoditas/jasa yang harganya naik antara lain sewa rumah, rokok kretek filter, jeruk, teh, bumbu masak jadi, susu untuk balita, rokok putih, bawang putih, pecel, sabun deterjen bubuk, rokok kretek, beras, coklat batang, air kemasan, cumi-cumi, pakaian dalam katun, shampo, kerupuk udang, dan pepaya.
"Harga barang di Tanjungpinang fluktuatif. Tanjungpinang merupakan daerah konsumtif," kata Dumagar.
Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2013 di Kota Tanjungpinang tercatat sebesar 1,83 persen, jauh lebih tinggi dibanding laju inflasi periode yang sama tahun 2012 yang hanya sebesar 0,42 persen.
"Sedangkan laju inflasi 'year on year' (April 2013 dibanding dengan April 2012) di Kota Tanjungpinang sebesar 5,38 persen, juga lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun 2012 sebesar 2,82 persen," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
