
Dinsos PM Batam mutakhirkan DTSEN pastikan bansos tepat sasaran

Batam (ANTARA) - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkelanjutan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
Kepala Dinsos PM Kota Batam Zulkifli Aman mengatakan pemutakhiran data dilakukan melalui roadshow ke 12 kecamatan di Batam.
“Roadshow ini fokus pada pemutakhiran DTSEN. Banyak keluhan masyarakat yang merasa layak tapi belum mendapat bantuan, sementara ada yang mengambil walaupun yang terdata sudah meninggal misalnya, seperti itu,” ujar Zulkifli saat dihubungi di Batam, Senin.
Pada hari pertama, kegiatan dilakukan di Kecamatan Bulang dan Batu Aji, kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Sungai Beduk dan Sekupang.
Dinsos PM Batam melibatkan RT, lurah, kecamatan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam proses tersebut.
“DTSEN menjadi basis utama penentuan penerima bantuan sosial. Data dari Kementerian Sosial diturunkan ke daerah untuk diverifikasi di lapangan oleh TKSK dan pendamping PKH,” kata dia.
Baca juga: Kapolres Anambas minta jajarannya hadir di setiap kegiatan masyarakat
Ia menjelaskan bahwa petugas melakukan pengecekan langsung ke rumah warga dengan mengisi 39 variabel kondisi sosial ekonomi keluarga.
“Hasil verifikasi itu diunggah melalui aplikasi dan dikirim ke Kementerian Sosial untuk diolah dan divalidasi BPS. Dari situ ditentukan desil kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Ia menyebutkan, pemerintah menetapkan penerima bansos berada pada desil 1 hingga desil 4 atau sekitar 40 persen kelompok terbawah.
“Data ini harus hidup dan terus diperbarui. Jadi setiap bulan harus terus berlanjut. Jangan sampai ada warga yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat, atau yang sudah tidak layak masih menerima,” katanya menegaskan.
Adapun bantuan sosial yang disalurkan antara lain Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam bentuk saldo uang untuk kebutuhan sembako.
“Besaran bantuan bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp900 ribu per bulan, tergantung kategori desil penerima. Dan juga ada kemarin ada bantuan pangan yang bentuknya fisik seperti beras dan minyak goreng,” kata dia.
Baca juga: Polres Lingga targetkan 5 SPPG beroperasi tahun ini
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
