Logo Header Antaranews Kepri

DKP2KH Kepri cek penyebab kenaikan harga pada ayam & beras di Kota Batam

Kamis, 29 Januari 2026 09:43 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepulauan Riau (DKP2KH Kepri) Riza Azmi memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Kepri, Batam, Rabu (28/1/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Batam (ANTARA) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau (DKP2KH Kepri) Riza Azmi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kepri mengecek penyebab kenaikan harga ayam dan beras di Batam.

“Nanti kami turun (mengecek), kami berkoordinasi dengan Ditreskrimsus untuk Satgas Pangan bisa turun,” kata Riza ditemui di Mapolda Kepri, Batam, Rabu.

Menurut Riza, harga jual ayam di tingkat pedagang Rp40 ribu per kilogram masih normal karena belum melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Saat ini, kata dia, harga ayam potong di tingkat peternak masih normal sekitar Rp26 ribu per kg.

Namun, lanjut dia, harga ayam memang sempat naik di akhir 2025 secara nasional karena faktor harga pakan jagung. Tapi kondisi tersebut sudah tertangani sehingga harga ayam harusnya sudah normal kembali.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengecek apa penyebab kenaikan. Apakah ada potensi karena mencari keuntungan oleh pihak-pihak tertentu.

Baca juga: Bea Cukai Batam sebut 889 kontainer limba B3 menunggu reekspor

“Nanti kami cek. Kadang-kadang takut ada pengambilan untung. HET ayam itu Rp40 ribu per kg untuk Kepri,” katanya.

Sementara itu, untuk harga beras, kata dia, masih normal sesuai harga HET Rp15.500 per kg.

“Untuk beras kami memonitor masih normal sih,” katanya.

Sementara itu, di tingkat pedagang kaki lima, kenaikan harga beras dan ayam memicu kenaikan harga jual ayam geprek dan ayam penyet di Kota Batam.

Seperti sentra kuliner di kawasan perumahan Bida Asri 1, hampir semua pedagang ayam penyet dan geprek menaikkan harga porsi makanan kisaran Rp1.000 hingga Rp2.000 per porsi.

Salah satu pedagang ayam penyet di simpang Bida Asri 1 yang sebelumnya menjual ayam penyet dengan nasi dan tahu tempe Rp20 ribu, kini naik menjadi Rp21 ribu per porsi.

“Sudah sepekan ini kami naikkan, karena harga ayam dan beras naik,” kata Bude.

Biasanya Bude membeli beras 25 Kg seharga Rp340 ribu kini menjadi Rp380 ribu. Sedangkan harga ayam dibeli Rp40 ribu per kg.



Baca juga: Pemprov Kepri bersama empat kabupaten/kota raih UHC Award 2026



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026