
Pemkot Batam upayakan UMKM naik kelas lewat pelatihan dan perizinan

Batam (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau terus mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas melalui program pembinaan, pelatihan, fasilitasi perizinan, dan perluasan akses permodalan.
Kepala Diskum Batam Salim mengatakan, sepanjang 2025 pihaknya telah membina lebih dari 200 pelaku usaha mikro melalui berbagai program pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek).
“Upaya kita untuk membuat usaha mikro naik kelas itu melalui pelatihan dan bimtek pengembangan usaha, termasuk memfasilitasi perizinan seperti NIB (Nomor Izin Berusaha), PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), dan sertifikasi halal,” ujar Salim saat dihubungi di Batam, Jumat.
Selain penguatan kapasitas, Diskum Batam juga mendorong akses permodalan di tingkat kota.
“Kalau pelaku usaha ingin permodalan dengan skala besar, bisa ke PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) serta UPTD Dana Bergulir, yang bisa mengajukan pinjaman hingga Rp150 juta dengan agunan,” kata dia.
Namun, katanya, terdapat program prioritas Wali Kota Batam berupa bantuan modal Rp20 juta tanpa bunga dan tanpa agunan bagi usaha mikro.
Program permodalan tanpa agunan tersebut, lanjut Salim, masih menghadapi tantangan di sisi seleksi.
Ia mengatakan, dari 1.105 pemohon yang tercatat sejak Juni hingga Desember 2025, hanya 19 usaha mikro yang akhirnya lolos akad pembiayaan pada akhir tahun.
Program ini dijalankan bekerja sama dengan Bank BTN Cabang Batam, ujarnya.
“Pemohonnya memang banyak, tapi seleksi ketat. Di 2026, kami upayakan kerja sama dengan bank-bank daerah, tidak hanya bank Himbara, supaya akses pembiayaan bisa lebih luas,” katanya.
Diskum Batam juga aktif memfasilitasi promosi produk UMKM melalui pameran, bazar, dan berbagai kegiatan agar lebih dikenal pasar dan membuka peluang kemitraan.
Di sisi lain, PLUT Batam menjadi pusat pendampingan terpadu bagi pelaku UMKM.
"Di PLUT ada layanan desain dan cetak kemasan, pendamping perizinan, konsultasi usaha, hingga etalase display produk UMKM binaan," kata dia.
Diskum Batam mencatat terdapat 2.375 UMKM binaan yang tersebar di berbagai sektor, seperti makanan, kemasan, fesyen, dan ekonomi kreatif.
Namun menurut Salim, secara keseluruhan, jumlah UMKM di Batam diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu unit.
“Karena itu pembinaan kita lakukan terus-menerus dan bertahap. Harapannya, semakin banyak usaha mikro yang naik kelas dan mampu bersaing,” katanya.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
