Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri bangun budaya tertib lalu lintas bagi pengguna jalan

Jumat, 30 Januari 2026 13:24 WIB
Image Print
Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol. Taswin, Kamis (29/1/2026). ANTARA/HO-Polda Kepri

Batam (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) membangun budaya tertib berlalu lintas masyarakat di wilayah tersebut dengan menggelar Operasi Keselamatan Seligi 2026 selama 14 hari terhitung mulai 2-15 Februari mendatang.

"Operasi Keselamatan Seligi 2026 bertujuan menjadikan masyarakat Kepri lebih tertib dan teratur sebagai pengguna jalan, sehingga tidak terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kepri Kombes Pol. Taswin dikonfirmasi di Batam, Jumat.

Untuk memastikan pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026 berjalan lancar, Ditlantas Polda Kepri melaksanakan latihan pra operasi (Latpraops) diikuti seluruh personel yang terlibat, pada Kamis (29/1).

Latpraops bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi pelaksana Operasi Keselamatan Seligi 2026, serta memastikan seluruh subsatgas memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kepri.

Taswin menyebut pperasi keselamatan ini merupakan kegiatan awal tahun yang menjadi bagian dari rangkaian menjelang Operasi Ketupat 2026.

"Sebagaimana petunjuk dari Mabes Polri bahwa operasi keselamatan di awal tahun 2026 adalah rangkaian menjelang operasi ketupat. Harapannya, operasi ini dapat menjadikan masyarakat Kepri lebih tertib, dan teratur sebagai pengguna jalan," ujarnya.

Dia mengatakan Operasi Keselamatan Seligi ini juga untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

Baca juga: KJRI Johor fasilitasi pemulangan 342 PMI yang dideportasi

Secara terpisah, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat menekankan seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut harus memahami dengan jelas objek pengamanan dalam operasi meliputi orang, barang, benda, tempat dan lokasi.

Dia menyebut Operasi Keselamatan Seligi 2026 melibatkan empat satuan tugas utama, yakni preemtif, preventif, gakkum, dan bantuan operasi yang telah disiapkan secara lengkap.

"Pentingnya membangun budaya keselamatan berkendaraan di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keselamatan manusia sebelum memasuki pelaksanaan operasi ketupat," jelasnya.

Taufiq menjelaskan hingga tahun 2025 terdapat 28 unit perangkat sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE_ yang aktif di jajaran Polda Kepri, baik statis maupun mobile.

Berdasarkan data penegakan hukum (Gakkum) Polda Kepri, selama dua tahun terakhir, penindakan pelanggaran melalui ETLE menunjukkan peningkatan efektivitas.

Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 503.835 pelanggaran yang terekam kamera dengan 4.873 surat tilang terkirim dan 2.711 pelanggaran yang berujung pada e-tilang.

Sedangkan pada tahun 2025, jumlah pelanggaran yang terekam menurun menjadi 210.131 kasus, namun tingkat konfirmasi meningkat menjadi 10.999 surat terkirim dan 2.369 pelanggaran yang ditindak melalui e-tilang.

"Data ini menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di wilayah Kepri," ujarnya.

Baca juga: Bareskrim bersama Polda Kepri selidiki penyelundupan pasir timah ke Malaysia



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026