Logo Header Antaranews Kepri

Presiden Trump kukuh pertimbangkan serang Iran

Sabtu, 31 Januari 2026 06:36 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat (. ANTARA/Anadolu/py/am.)

Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersikukuh mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran meski pantauan intelijen AS dan Israel menyimpulkan program nuklir Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS saat ini.

Menurut pejabat AS dan Eropa sebagaimana dikutip laporan khusus The New York Times, Jumat, tak banyak bukti yang menunjukkan Iran telah memulai kembali program pengayaan uranium tingkat tinggi atau memproduksi rudal baru hingga enam bulan setelah serangan AS pada Juni tahun lalu.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait waktu dan alasan mengapa AS saat ini memberi ancaman baru kepada Iran.

Pada Juni 2025, Presiden Trump memperingatkan Iran jika mereka tidak "berdamai", serangan di masa depan "akan semakin parah dan semakin mudah". Ancaman yang sama kembali ia sampaikan pada pekan ini saat mendesak Teheran kembali ke meja perundingan.

Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly berkata bahwa pendirian Trump tidak berubah, sembari menegaskan bahwa "negara pendukung terorisme nomor wahid sedunia tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir".

Departemen pertahanan AS pun menguatkan ancaman tersebut dengan menghimpun kekuatan militer secara besar-besaran di Timur Tengah, yang mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln, pesawat tempur, sistem pertahanan rudal, dan puluhan ribu personel.

Padahal, sejumlah pejabat senior secara diam-diam mengakui bahwa bagaimana eskalasi dan dinamika konflik yang dapat terjadi kemudian masih belum dapat dipastikan.


Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump kukuh pertimbangkan serang Iran meski tiada ancaman langsung



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026