
Penjualan Emas di Batam Naik 20 Persen

Batam (Antara Kepri) - Beberapa penjual perhiasan emas di Kota Batam menyatakan mengalami kenaikan omzet penjualan hingga 20 persen sejak beberapa pekan terakhir karena harga logam mulia turun 6-7 persen.
"Setelah harganya turun semakin banyak yang berminat investasi dalam bentuk emas. Mereka masih meyakini suatu saat akan kembali naik dan menguntungkan," kata seorang pedagang perhiasan emas di sebuah pusat perbelanjaan Batam, Riska, Senin.
Ia mengatakan saat ini harga emas 24 karat mencapai sekitar Rp450 ribu per gram. Padahal beberapa waktu lalu harganya hampir Rp500 ribu per gram.
"Pembeli bukan hanya warga Batam. Banyak pula orang dari luar membeli emas di sini. Khusus untuk emas 24 karat, stoknya terus menipis," kata dia.
Pemilik toko perhiasan di pusat perbelanjaan Nagoya, Widiatmaka juga menyatakan hal serupa. Warga Batam banyak yang membeli emas setelah mengetahui harganya terus turun.
"Penjualan terus mengalami kenaikan hampir 20 persen. Warga banyak membeli karena menurut mereka harganya cukup murah dan meyakini suatu saat nanti akan kembali naik," kata Widiatmaka.
Sebelumnya, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam pada Jumat (Sabtu pagi WIB) karena dolar AS lebih kuat, mengakhiri minggu dengan kerugian hampir dua persen.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 32 dolar AS, atau 2,18 persen, menjadi menetap di 1.436,6 dolar AS per ounce.
Dolar AS lebih lanjut menguat terhadap yen Jepang pada Jumat, dan diperdagangkan di sekitar 101,61 yen per dolar pada Kamis setelah naik di atas batas 100-yen untuk pertama kalinya sejak April 2009.
Dolar yang lebih kuat cenderung mengurangi harga untuk komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas.
Berlanjutnya penurunan kepemilikan emas oleh "gold exchange-traded funds" (ETF) juga memberikan kontribusi terhadap penurunan tajam harga emas pada Jumat. Kepemilikan emas oleh SPDR Gold Trust turun sekitar 15 ton menjadi 1.054 ton dari pekan sebelumnya pada Kamis.
Permintaan fisik untuk emas tetap kuat di seluruh dunia pada Jumat, tetapi analis pasar memperingatkan bahwa permintaan emas dari India mungkin jatuh setelah "Akshay Tritiya", hari suci Hindu dan Jain yang jatuh pada 13 Mei, ketika orang menganggapnya sebagai hari yang menguntungkan untuk membeli emas. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
