Logo Header Antaranews Kepri

Batam berkontribusi 79,58 persen total kunjungan wisman ke Kepri

Kamis, 5 Februari 2026 07:22 WIB
Image Print
Pelabuhan Internasional Batam Center, yang melayani keberangkatan tiap hari ke destinasi Malaysia dan Singapura, terpantau ramai di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berkontribusi sekitar 79,58 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri yang mencapai 2.027.037 juta kunjungan sepanjang tahun 2025.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata mengatakan terdapat tren positif kunjungan wisman ke Batam dalam lima tahun terakhir.

"Capaian ini menegaskan posisi Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Provinsi Kepulauan Riau. Sepanjang 2025, Batam berkontribusi sekitar 79,58 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri yang tercatat sebanyak 2.027.037 kunjungan," ujar Ardiwinata saat dihubungi di Batam, Rabu.

Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menembus 1.613.202 kunjungan, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Di 2025 kami menargetkan 1,5 juta kunjungan, jadi dengan hasil tersebut, kami surplus sebesar 113.202 kunjungan,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, pada 2021, jumlah wisman tercatat hanya 2.651 kunjungan. Angka tersebut melonjak pada 2022 menjadi 565.936 kunjungan, kemudian meningkat kembali pada 2023 sebesar 1.192.931 kunjungan.

Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan 1.326.831 kunjungan, hingga mencapai puncak baru pada 2025 sebanyak 1.613.202 kunjungan.

Dari sisi kebangsaan, Ardi menyebut kunjungan wisman ke Batam masih didominasi wisatawan asal Singapura dengan total 789.674 kunjungan dan posisi kedua ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 418.330 kunjungan.

"Dominasi wisman dari Singapura dan Malaysia mencerminkan kuatnya peran Batam sebagai destinasi lintas batas yang didukung oleh kedekatan geografis, kemudahan konektivitas transportasi laut dan udara, serta pengembangan daya tarik wisata yang semakin beragam," katanya.

Selanjutnya, peringkat ketiga hingga kelima masing-masing diisi oleh wisatawan asal China sebanyak 53.275 kunjungan, India sebanyak 45.338 kunjungan, serta Filipina sebanyak 25.283 kunjungan.

Secara bulanan, Ardiwinata mengatakan puncak kunjungan wisman ke Batam terjadi pada Desember 2025 dengan total 195.525 kunjungan.

"Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat dalam menjaga iklim pariwisata Batam yang aman, nyaman, dan berdaya saing,” ujar Kepala dinas itu.

Ia mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan promosi dan kualitas wisata di kota itu.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat promosi, meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara-acara, serta mendorong pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif agar Batam semakin kompetitif sebagai tujuan wisata internasional,” tambahnya.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026