
Dinkes Batam Imbau Warga Waspada DBD

Batam (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
"Empat bulan pertama 2013 sudah ada 360 kasus dan tiga meninggal. Warga kami imbau untuk waspada terhadap wabah DBD yang biasanya meningkat pada musim hujan seperti sekarang ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal di Batam, Rabu.
Chandra mengatakan, kasus demam berdarah biasanya meningkat tajam pada musim hujan setiap akibat membiaknya nyamuk "aedes aegipty" pada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan.
"Kunci pencegahan penyakit musim hujan adalah kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya dari sampah dan kaleng atau wadah-wadah bekas. Warga harus membiasakan menjaga kebersihan lingkungan," kata dia.
Dia mengimbau warga masyarakat menggencarkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, mengubur, menutup dan menabur bubuk abate pada wadah-wadah sebagai cara yang efektif mencegah menularnya DBD.
"Kegiatan 'fogging' hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Maka masyarakat harus menjaga kebersihan agar jentik-jentik nyamuk tidak berkembang dan menyebabkan lonjakan kasus DBD," kata Chandra.
Namun demikian, kata dia, petugas siap jika ada permintaan dari masyarakat untuk melakukan fogging untuk mengantisipasi perkembangan segala jenis nyamuk yang bisa membawa penyakit.
Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika ditemukan kasus DBD yang sering ditemukan pada wilayah-wilayah padat penduduk di Batam seperti Batuaji, Batam Kota, Bengkong dan Nagoya.
"Wiayah padat akan semakin rentan. Jadi masyarakat harus waspada karena Batam sudah ditetapkan daerah endemis," kata dia.
Wali Kota Batam, mengatakan terus menggiatkan gotong royong pada seluruh wilayah kota dengan tujuan mengurangi berbagai penyakit yang disebabkan akibat lingkungan yang kotor. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
