Logo Header Antaranews Kepri

Pengelolaan Sampah Batam Siap Dilelang

Senin, 10 Juni 2013 20:39 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pengelolaan sampah domestik Kota Batam siap dilelang setelah Wali Kota Batam Ahmad Dahlan memastikan tidak ada kendala alokasi lahan dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

"BP siap menyerahkan lahan TPA, sesuai yang diminta 47 ha," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Senin.

Lelang pengelolaan sampah segera dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan diikuti sejumlah pengusaha asal Indonesia, Jepang, China dan Korea.

Proyek itu ditargetkan beroperasi pada 2014, usai lelang. Proyek mencakup pengangkutan, pemrosesan dan pemungutan retribusi.

Sebelumnya, masalah lahan menjadi kendala utama dalam kelanjutan pilot project Bappenas itu. BP Batam, selaku pemegang hak kelola lahan di Kota Batam hanya bersedia memberikan 22 ha lahannya untuk proyek itu.

Wali Kota mengatakan Kepala BP Batam Mustofa Widjaya memastikan pihaknya memberikan seluruh kebutuhan lahan TPA Punggur kepada Pemkot Batam, setelah keduanya dipanggil Gubernur Kepulauan Riau.

"Kemarin Gubernur memanggil kami. Intinya, BP siap mengalokasikan lahan kalau untuk urusan daerah, tidak ada masalah," kata dia.

Ia juga memastikan, lahan seluas 47 ha itu dihibahkan ke Pemkot, bukan dipinjamkan. "Lahan itu akan jadi aset Pemkot Batam. Bukan pinjam. Kalau sistem pinjam, investor tak mau investasi untuk mengelola sampah," kata dia.

Di samping lahan 47 ha di TPA Punggur, kata dia, masih ada lahan sekitar 20 ha yang dikelola BP Batam untuk pengelolaan limbah bahan beracun berbahaya.

Sebelumnya, rencana pengelolaan limbah Batam ditawarkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional kepada puluhan penanam modal asing dalam temu pasar yang dilaksanakan Bappenas di Batam.

Diperkirakan dibutuhkan Rp600 miliar hingga Rp1,6 triliun untuk mengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir Telaga Punggur menjadi bahan bakar.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026