
Kodim Karimun Selenggarakan Donor Darah

Karimun (Antara Kepri) - Komando Distrik Militer 0317 Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu menyelenggarakan donor darah untuk membantu persediaan darah yang sering kosong di kantor Palang Merah Indonesia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Markas Kodim di Jalan Poros Tanjung Balai Karimun, diikuti anggota TNI di lingkungan Kodim 0317/Karimun, Kompi Senapan B Batalion Infanteri 134/Tuah Sakti dan Subdetasemen Polisi Militer 1/3-5 Tanjung Balai Karimun.
Turut berpartipasi beberapa anggota Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/Polri (GM-FKPPI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) daerah setempat.
Dandim Karimun Letkol (inf) Edi Nurhabad di sela-sela kegiatan mengatakan, donor darah tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT Kodam I/Bukit Barisan.
"Kami sengaja memilih donor darah karena bernilai sosial dalam membantu persediaan darah di PMI yang sering kosong," katanya.
Menurut Edi Nurhabad, donor darah juga memiliki makna kepedulian sosial sehingga patut ditanamkan kepada segenap anggota TNI.
"Setetes darah yang disumbangkan sangat berharga bagi kemanusiaan karena bisa menyelamatkan nyawa orang lain," ucapnya.
Donor darah, kata dia lagi, dapat menjaga kesehatan karena terjadi pertukaran darah dalam tubuh.
"Sirkulasi darah menjadi lancar sehingga tubuh tetap sehat. Donor darah akan kita adakan secara berkala sehingga segenap prajurit TNI sebagai alat pertahanan negara tetap sehat dan juga membantu ketersediaan stok darah di PMI," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, berhasil dihimpun sebanyak 27 kantong darah untuk selanjutnya disalurkan ke PMI.
"Tidak semua darah pendonor bisa diambil karena harus memenuhi syarat kesehatan. Jadi, yang terhimpun hari ini sebanyak 27 kantong," tambah Edi Nurhabad.
Ketua PMI Cabang Karimun JB Walianto dalam satu kesempatan mengatakan, instansi pemerintah maupun swasta, organisasi kepemudaan maupun kemasyarakat diharapkan menggelar donor darah sehingga dapat membantu persediaan darah.
"Kami menyambut baik donor darah yang dilakukan instansi pemerintah karena dapat membantu stok darah yang sering kosong," katanya.
Menurut Walianto, kebutuhan darah yang 400 kantong per bulan atau sekitar 5.000 kantong per tahun sering dibantu daerah lain seperti Batam.
"Kalau setiap bulan ada beberapa instansi yang menggelar donor darah, maka akan sangat membantu sehingga tidak perlu lagi didatangkan dari daerah lain," ucapnya. (Antara)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
