Logo Header Antaranews Kepri

Kabut Asap di Karimun Makin Tebal

Jumat, 21 Juni 2013 15:25 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Kabut asap yang berasal dari daratan Sumatera makin tebal menyelimuti wilayah Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat pagi.

"Kualitas udara pagi ini makin buruk, dimana-mana tertutup kabut yang makin pekat dibandingkan kemarin," kata Edi, seorang pegawai di Tanjung Balai Karimun.

Edi mengatakan telah memakai masker sejak pagi setelah melihat jalan-jalan kota memutih akibat kabut asap.

"Jarak pandang terganggu namun masih bisa berkendara di jalan raya. Namun, saluran pernafasan terasa sesak, dan mata terasa perih akibat kabut asap," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Martin, seorang karyawan swasta. Ia mengaku batuk-batuk dan bersin akibat asap kiriman akibat kebakaran hutan di Sumatera.

"Seharusnya pemerintah cepat tanggap dalam mengatasi dampak kabut asap, apalagi sudah berlangsung hampir sepekan," ucapnya.

Dia juga menyayangkan lambannya pemerintah daerah melalui satuan kerja perangkat daerah terkait mengambil langkah untuk mencegah maraknya penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

"Sampai saat ini kami belum melihat tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menyosialisasikan bahaya pencemaran udara akibat kabut asap," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana mengaku tidak memiliki data terkait pencemaran udara akibat kabut asap.

"Ada alat khusus untuk mengukur kualitas udara, tapi kami tidak memilikinya. Yang punya alat itu adalah Badan Lingkungan, jadi tanyakan pada Amjon (Kepala Badan Lingkungan Hidup Karimun)," ucapnya.

Namun demikian, Sensissiana mengimbau kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah mengingat kabut asap yang makin tebal.

"Kalau masih ingin keluar rumah, sebaiknya memakai masker," katanya.

Disinggung apakah ada bantuan masker untuk warga masyarakat, ia mengatakan hanya diberikan kepada warga terkena Ispa dan berobat ke puskesmas.

"Setiap ada pasien yang berobat ke puskesmas kita berikan masker. Untuk warga yang mampu kami harapkan membeli sendiri," ucapnya.

Pantauan, kabut asap makin tebal menyelimuti Pulau Karimun Besar. Beberapa pengendara menggunakan masker saat berkendara di jalan raya.

Jarak pandang di jalan raya diperkirakan tidak sampai 1 kilometer, bahkan Kantor Bupati Karimun dan kompleks perkantoran di Jalan Poros Tanjung Balai Karimun tampak tertutup asap dengan jarak pandang yang diperkirakan hanya sekitar 500 meter. (Antara)

Editor: Biqwanto Situmorang



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026