
Sevilla resmi pecat Matias Almeyda setelah terancam degradasi

Jakarta (ANTARA) - Manajemen Sevilla FC akhirnya mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih kepala Matias Almeyda pada Senin (23/3). Keputusan ini diambil menyusul merosotnya performa tim yang kini kian mendekat ke zona merah klasemen La Liga.
"Klub mengucapkan terima kasih kepada Matias Almeyda dan timnya atas usaha serta profesionalismenya. Matias Almeyda telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim utama Sevilla FC," tulis pernyataan resmi klub melalui situs resminya.
Kekalahan memalukan 0-2 dari Valencia di hadapan publik sendiri pada Sabtu lalu menjadi puncak kesabaran manajemen. Di bawah asuhan Almeyda, Sevilla hanya mampu memetik satu kemenangan dalam delapan laga terakhir di liga.
Saat ini, klub berjuluk Los Nervionenses itu terpuruk di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 31 poin dari 29 laga, hanya terpaut tiga angka dari zona degradasi.
Almeyda sebenarnya sempat memberikan awal yang menjanjikan sejak ditunjuk pada Juni tahun lalu. Namun, memasuki tahun baru, performa tim menurun drastis. Situasi semakin pelik karena pelatih asal Argentina tersebut sedang menjalani sanksi larangan mendampingi tim selama tujuh pertandingan akibat insiden dengan ofisial sejak pertengahan Februari lalu.
Secara total, Almeyda meninggalkan Sevilla setelah memimpin dalam 32 pertandingan resmi, yang terdiri dari 29 laga La Liga dan tiga pertandingan Copa del Rey.
Dengan sembilan pertandingan tersisa, Sevilla berpacu dengan waktu untuk mencari pengganti. Meski sempat dikaitkan dengan Jose Bordalas, manajemen kabarnya lebih mencari sosok pelatih dengan profil yang menyerupai Almeyda namun lebih mampu mengangkat mental tim.
Jeda internasional selama dua pekan ke depan akan dimanfaatkan Sevilla untuk mematangkan persiapan sebelum melakoni laga krusial melawan sesama tim papan bawah, Real Oviedo.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sevilla resmi pecat pelatih Matias Almeyda
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
