
14 Perusahaan Baru Masuk ke Batam

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat 14 perusahaan asing dan joint dengan Indonesia masuk kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam pada Januari hingga Mei 2013.
"Nilai investasi yang ditanamkan perusahaan-perusahaan tersebut mencapai 12,89 juta dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Jumat.
Ia mengatakan, perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang seperti jasa konstruksi, ekspor impor, perbaikan kapal, penunjang minyak dan gas lepas pantai.
"Sektor tersebut masih menjadi yang paling diminati investaor untuk membangun usaha di Batam," kata dia.
Ia mengatakan, negara yang menanamkan modal tersebut berasal dari China, Belanda, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Singapura dan Malaysia.
Menurut Ilham, pada 2013 negara-negara kawasan Asia seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, China, Taiwan, Jepang masih menjadi negara paling banyak berinvestasi di Batam.
"Target utama tahun ini masih kawasan Asia, namun tidak menutup kemungkinan promosi juga dilakukan di wilayah Amerika, Eropa, dan Afrika," kata Ilham.
Ilham mengatakan yakin target 90 pengusaha asing berinvestasi di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam (FTZ) dengan nilai investasi minimal 350 juta dolar AS pada 2013 akan tercapai.
"Kami yakin target tersebut terpenuhi meski hingga saat ini baru sekitar 12,89 juta dolar AS yang terealisasi, karena pada 2012 investasi menyentuh angka 300 juta dolar AS sementara targetnya hanya 200 juta dolar AS," kata dia.
Ia mengatakan, selain perusahaan asing pada 2013 juga terdapat beberapa perusahaan dalam negri seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan PT Indonesia Aero Maintenance (IAM) yang menanamkan modal di Batam dalam bentuk pembangunan pusat perawatan dan penyediaan suku cadang pesawat.
"Ada sekitar 150 hektare lahan kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang dialokasikan untuk industri pesawat terbang. Semua sudah dialokasikan dan sebagian sudah mulai melakukan pembangunan," kata Ilham.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
