Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Usulkan Perbaikan Data Penerima BLSM

Sabtu, 13 Juli 2013 09:02 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, akan mengusulkan perbaikan data jumlah rumah tangga miskin yang menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) kepada pemerintah pusat.

"Usulan perbaikan data harus dilakukan karena penyaluran BLSM banyak tidak tepat sasaran," kata Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Karimun Syafruddin AR ketika dihubungi dari Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Syafruddin mencontohkan sebanyak 34 kartu perlindungan sosial (KPS) dari 1.016 KPS yang menjadi dasar penyaluran BLSM di Kecamatan Buru, terpaksa dikembalikan karena pemegang kartu itu sudah tidak layak menerima BLSM, pindah ke daerah lain dan ada pula tercatat ganda.

"Sebanyak 34 KPS itu dikembalikan setelah perangkat desa melakukan verifikasi dan diputuskan bahwa dana BLSM tidak diberikan melalui musyawarah desa," ucapnya.

Selain di Kecamatan Buru, kata dia, data penerima BLSM untuk Durai dan Moro yang mulai disalurkan pekan ini diperkirakan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Informasi dari Durai menyebutkan bahwa banyak pemegang KPS yang sudah tidak layak menerima BLSM. Karena itu, kami meminta agar perangkat desa tidak tergesa-gesa dalam menyalurkan dana tersebut," ucapnya.

Sedangkan untuk kecamatan lain, dia mengatakan belum menerima jumlah pemegang KPS yang tidak layak menerima dana kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi itu.

"Memang penyaluran BLSM dilakukan oleh petugas Kantor Pos, namun pemerintah daerah berkewajiban untuk memastikan agar dana tersebut benar-benar diterima oleh mereka yang berhak menerimanya," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan masing-masing kecamatan diminta untuk merekap realisasi penyaluran BLSM sehingga bisa diketahui jumlah rumah tangga yang memenuhi kriteria sebagai keluarga miskin.

"Data yang direkapitulasi itu akan kita sampaikan ke Kementerian Sosial sebagai acuan dalam penyaluran BLSM tahap berikutnya. Data itu lebih akurat karena merupakan hasil verifikasi perangkat kelurahan dan desa yang kemudian dibahas dalam musyawarah kelurahan/desa maupun kecamatan," katanya seraya menambahkan jumlah rumah tangga penerima BLSM berdasarkan data Kemensos di Karimun sebanyak 8.579 kepala keluarga. (Antara)

Editor: Eddy K Sinoel



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026