
Batam Terapkan Guru Master Untuk Kurikulum Baru

Batam (Antara Kepri) - Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepulauan Riau, menerapkan sistem guru master untuk memberikan pelatihan kepada ratusan guru lain terkait pelaksanaan kurikulum baru pada 2014.
"Kami jadikan sekitar 100 orang 'master teacher'. Nanti mereka yang melatih guru-guru lainnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Senin.
Ia mengatakan 100 guru yang dijadikan master teacher adalah yang mendapatkan pelatihan kurikulum baru di Jakarta dan Pekanbaru. Nantinya, guru-guru itu akan menyalurkan kembali pengetahuan kurikulum 2014 kepada ribuan guru lain.
Menurut Muslim, cara itu lebih efektif untuk mempercepat pelatihan kepada semua guru, mengingat seluruh sekolah negeri di kota itu menerapkan kurikulum baru pada 2014.
"Karena kami terapkan di semua sekolah, tidak hanya menjalankan di 15 sekolah," kata Muslim.
Pelatihan akan terus dilakukan menjelang awal tahun ajaran baru 15 Agustus 2013. "Masih ada waktu," kata dia.
Mengenai dana pengadaan buku dan pelatihan kurikulum baru, ia mengatakan akan menggunakan dana yang sudah ada di Dinas Pendidikan, karena alokasi anggaran kurikulum baru baru akan dimasukan ke APBD Perubahan. "Sambil menunggu APBD," kata dia.
Pemerintah akan mengajukan tambahan anggaran untuk membiayai pengadaan buku kurikulum baru pada APBD Perubahan, agar seluruh siswa dapat belajar dengan kurikulum terbaru.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Rudi, memastikan kekurangan dana pelaksanaan kurikulum baru tidak akan dibebankan kepada orang tua siswa karena seluruhnya dibiayai pemerintah.
"Jangan dibebankan ke orang tua, tapi diajukan di APBD. Guru tidak bisa menjual kepada orang tua sehingga tidak dibebani orang tua," kata Rudi.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho mengatakan kekurangan dana buku baru bisa saja diajukan di APBD-P.
"Kalau itu maunya pemerintah, bisa saja dianggarkan di APBD-P," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
