Logo Header Antaranews Kepri

Trump mengatakan bahwa permusuhan AS dengan Iran telah berakhir

Sabtu, 2 Mei 2026 11:32 WIB
Image Print
Arsip foto - Kehidupan sehari-hari berlanjut saat protes anti-AS dan anti-Israel diadakan pada malam hari di Teheran, Iran pada 22 April 2026. Menyusul gencatan senjata yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat, dan kemudian diperpanjang secara sepihak oleh AS, kehidupan sehari-hari di Teheran sebagian besar telah kembali normal. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Iran menyampaikan kepada para mediator tentang kesiapannya untuk terlibat dalam perundingan di Pakistan awal pekan depan jika Amerika Serikat bersedia menerima proposal barunya, menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat, mengutip beberapa sumber.

Teheran diduga menawarkan perundingan syarat-syarat pembukaan Selat Hormuz jika AS menjamin penghentian serangan dan pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menurut laporan tersebut.

Usulan tersebut dilaporkan memungkinkan pembahasan isu-isu terkait program nuklir Iran, sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi dari AS.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan kepada Kongres bahwa permusuhan terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah berakhir, meskipun Pentagon terus memperbarui postur militernya di kawasan tersebut karena ancaman yang diduga masih ada.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Perundingan di Islamabad berakhir tanpa hasil, dan Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump: "Permusuhan AS-Iran berakhir namun ancaman masih ada"

Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026