Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov: Kebutuhan sapi kurban di Kepri capai 7.000 ekor

Minggu, 10 Mei 2026 09:07 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri Rika Azmi. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan kebutuhan sapi kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai sekitar 7.000 ekor dan dalam kondisi aman.

Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi di Tanjungpinang, Sabtu, mengatakan ketersediaan sapi kurban tersebut dipasok dari peternak lokal serta pengiriman dari luar daerah, terutama Provinsi Lampung hingga Riau.

“Insya Allah kebutuhan sapi kurban di Kepri mencukupi,” kata Rika.

Ia menjelaskan meskipun distribusi sapi dari luar daerah telah dibuka, pemerintah tetap menerapkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Distribusi sapi di Kepri saat ini terbuka, namun kita tetap mewaspadai potensi penyebaran PMK,” ujarnya.

Untuk itu, DKP2KH Kepri telah menginstruksikan petugas kesehatan hewan di kabupaten dan kota untuk memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban. Pemeriksaan juga akan dilakukan secara menyeluruh menjelang Idul Adha, termasuk di kandang peternak dan tempat penampungan sementara.

Pemeriksaan kesehatan hewan dijadwalkan berlangsung sekitar dua minggu sebelum Idul Adha guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Pemerintah menjamin hewan kurban di Kepri layak dikonsumsi masyarakat,” kata Rika.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ditemukan laporan adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit menular di wilayah Kepri. Kondisi kesehatan hewan di lapangan juga disebut masih aman dengan pengawasan yang terus diperketat.

Rika menegaskan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus diperkuat untuk menjaga kelancaran pasokan serta stabilitas harga hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.

“Masyarakat Kepri tidak perlu khawatir, karena ketersediaan sapi dipastikan aman dan cukup,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026